Dilengkapi wisata energi terbarukan, PLN bangun pembangkit tenaga angin di Banyuwangi

Selasa, 25 Februari 2020 | 09:39 WIB ET
General Manager PT PLN Distribusi Jawa Timur Bob Saril bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
General Manager PT PLN Distribusi Jawa Timur Bob Saril bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

BANYUWANGI – BUMN PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN akan membangun pembangkit listrik tenaga bayu (angin) atau PLTB berkapasitas 50 megawatt (MW) di Kabupaten Banyuwangi. PLTB ini akan menjadi pembangkit listrik tenaga angin berskala besar pertama di Pulau Jawa.

General Manager PT PLN Distribusi Jawa Timur Bob Saril mengatakan, PLTB yang terletak di Kecamatan Wongsorejo tersebut akan membentang di Selat Bali yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.

“Ini akan jadi PLTB pertama dan terbesar di Pulau Jawa. Ditargetkan beroperasi pada 2023. Kami sudah lakukan studi kelayakan (feasibility study) sejak 2019,” cetus Bob.

Salah satu alasan dibangunnya PLTB di Banyuwangi tepatnya di Wongsorejo, kata Bob, karena di lokasi tersebut hembusan anginnya cukup kencang. Berdasarkan penelitian, di lokasi tersebut terdapat semacam terowongan angin yang kekuatannya bagus sebagai pendorong pembangkit listrik.

“PLTB ini akan memasok listrik untuk Kabupaten Banyuwangi dan Bali. Dengan kapasitas 50 Megawatt bisa menyuplai listrik untuk 50 ribu pelanggan,” imbuhnya.

Bob menambahkan, proses menuju pembangunan telah dimulai. Pada bulan Maret mendatang, proses akan dimulai dengan studi kelayakan kekuatan angin dengan mendirikan tiang pancang. 

“Rencananya, bulan Maret kami akan uji kekuatan angin lewat tiang pancang yang akan kami dirikan dulu,” kata Bob.

Selain membangun PLTB, kata Bob, nantinya di area tersebut juga akan dibangun pusat edukasi energi ramah lingkungan. Di sana ada wisata edukasi tentang gaya hidup energi yang ramah lingkungan bagi wisatawan.

“Pembangunan PLTB ini berangkat dari kesadaran untuk mengoptimalkan energi baru terbarukan ramah lingkungan.Nah pusat edukasi ini akan hadir untuk mengedukasi masyarakat tentang hal-hal tersebut,” kata Bob. 

Bob mengakui ide penambahan fasilitas wisata edukasi ini terinspirasi oleh kebijakan Pemkab Banyuwangi terkait pendirian bangunan. Misalnyaa, Bandara Banyuwangi yang didesain unik dan hijau, lalu pabrik kereta PT INKA juga mengadopsi arsitektur lokal dan dilengkapi museum.

“Yang menarik dari kebijakan di Banyuwangi ini adalah bangunan-bangunan baru yang selalu dikaitkan dengan wisata. Termasuk PLTB kami nantakan ada semacam museum, ada gedung, ada maket, film sampai penelitian tentang ecogreen,” jelas Bob. 

“Bisa juga kami buat instalasi rumah hemat energi yang menginspirasi pengunjung. Ini sekaligus mendukung pariwisata Banyuwangi,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan, pengembangan energi baru terbarukan tersebut diharapkan bisa mendorong ekonomi lokal. “Selain memasok listrik untuk masyarakat dan dunia usaha, sekaligus bisa menjadi destinasi wisata baru,” ujar Anas.

“Langkah PLN ini sekaligus bagian langkah menyukseskan program kelistrikan Presiden Jokowi untuk terus meningkatkan pasokan agar ekonomi terus bergeliat,” pungkas Anas. kbc9

Bagikan artikel ini: