Biayai proyek infrastruktur strategis, pemerintah butuh Rp6.555 triliun

Selasa, 25 Februari 2020 | 20:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah menghitung dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan seluruh proyek yang tertuang di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 sebesar Rp 6.555 triliun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken Perpres No 18/2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Perpres tersebut ditetapkan 17 Januari 2020.

Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan dari Kementerian PPN/Bappenas Leonard Tampubolon mengatakan sumber pendanaan tidak hanya dialokasikan dari APBN, tetapi berasal dari dana masyarakat atau swasta.

"Total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek prioritas strategis nasional [major project] sebesar Rp 6.555 triliun. Dana tersebut untuk membangun 1.592 proyek," kata Leonard kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Data Bappenas menyebutkan anggaran yang disiapkan di kementerian atau lembaga untuk pembangunan major project berkisar Rp 1.185 triliun. Sementara itu, pemerintah juga menganggarkan dana alokasi khusus (DAk) serta dukungan pemerintah daerah sebesar Rp 412,9 triliun.

Selanjutnya, sumber pendanaan terbesar justru berasal dari kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), BUMN, atau swasta masyarakat senilai Rp 4.814,9 triliun. Sisanya, anggaran major project berasal dari subsidi atau public service obligation (PSO) sebesar Rp 142,5 triliun.

"Untuk pendanaan di kementerian/lembaga telah diindikasikan belanja non operasional jangka menengah sebagai acuan penyusunan target pembangunan," terangnya.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) /Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) melansir 41 proyek prioritas strategis nasional yang akan dibangun pada 2021. Proyek-proyek tersebut sesuai dengan sasaran rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024.kbc11

Bagikan artikel ini: