Legislator Mufti Anam soroti keresahan karyawan tentang dominasi salah satu bank BUMN

Rabu, 26 Februari 2020 | 13:16 WIB ET

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam menyampaikan keluhan sejumlah koleganya di bank-bank BUMN yang resah dengan adanya kesan ”dominasi” salah satu bank pelat merah dalam penentuan jabatan di beberapa bank BUMN.

”Ini kami dapat info, ada pesan masuk dari beberapa kolega di bank BUMN. Ada semacam keresahan, ada rasan-rasan (pembicaraan), ada kesan bahwa ada kelompok salah satu bank BUMN yang mendominasi, sampai-sampai talentanya diekspor ke bank-bank BUMN lain, untuk menduduki pimpinan di bank BUMN lain,” ujar Mufti Anam saat rapat dengar pendapat dengan Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN, Senin malam (24/2/2020). 

Menurut Mufti, keresahan itu semakin menguat karena orang-orang dari bank BUMN tertentu tidak hanya mendominasi level direksi atau manajemen bank BUMN lain, tapi juga bahkan pucuk pimpinan dewan komisarisnya pun diduduki bank BUMN tertentu tersebut.

Meski tak secara eksplisit menyebut, apa yang disampaikan Mufti tersebut menjurus pada pembahasan terkait dominasi SDM dari Bank Mandiri di tubuh BUMN saat ini, termasuk di bank-bank BUMN. Seperti diketahui, Dirut BRI dan BTN berasal dari Bank Mandiri. Demikian pula, komisaris utama BRI dan BNI diisi oleh orang-orang yang merupakan bekas bankir Bank Mandiri.

”Saya sudah jawab pesan beberapa kolega di bank BUMN, agar husnudzon saja, berpikir positif saja ke pemerintah, dalam hal ini Kementerian BUMN. Saya juga jelaskan bahwa pengisian direksi dan komisaris dari bank BUMN tertentu itu sebagai bagian dari penugasan saja, tour of duty,” jelas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Mufti Anam menyatakan tidak mempermasalahkan kebijakan penempatan orang per orang karena itu memang ranahnya eksekutif. Tapi dia meminta jajaran direksi bank BUMN untuk lebih dekat ke karyawannya agar bisa meminimalisasi isu-isu liar yang berkembang bahwa SDM bank tertentu dianakemaskan.

”Saya minta tolong keresahan karyawan diredam. Jangan sampai ada kesan di karyawan, kita ini bank besar juga, kok semua-semua orangnya diambilkan dari bank tertentu tersebut. Saya hanya saran di sini. Mungkin direksi bank BUMN bisa bikin suasana di dalam jadi kompak,” pungkasnya.

Bagikan artikel ini: