Pemerintah hati-hati soal penanganan WNI di kapal pesiar Diamond Princess

Rabu, 26 Februari 2020 | 13:41 WIB ET

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menyampaikan bahwa penanganan untuk warga negara Indonesia (WNI) di Kapal Diamond Princess masih terus dipertimbangkan dengan prinsip kehati-hatian.

”Masih beberapa opsi. Kita menunggu keputusan Presiden, semua sudah kita ajukan opsi-opsinya, dan Presiden harus menimbang, dan selalu beliau menyampaikan bahwa ini harus dipertimbangkan dengan penuh kehati-hatian, tidak boleh ceroboh, tidak boleh grusa-grusu, karena ini menyangkut nasib keselamatan penduduk Indonesia,” ujar Menko PMK ditemui usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (25/2).

Menko PMK menjelaskan bahwa saat ini masih berlangsung negosiasi dengan pemerintah Jepang. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah bukan mengulur waktu namun mempertimbangkan agar Indonesia tidak jadi episentrum baru.

”Kita pertimbangkan matang betul karena kan kita tidak ingin Indonesia menjadi episentrum baru, itu loh. Karena kalau sudah jadi episentrum baru itu akan menyangkut 264 juta penduduk kan,” ujarnya.

Menurut Menko PMK, Kapal Diamond Princess saat ini menjadi episentrum baru, berbeda dengan yang berada di Kapal World Dream. ”Begitu juga yang sekarang 188 anak buah kapal ini kan sama, ini kan semuanya masih dalam keadaan bersih. Dan yang terakhir yang Korea katanya diduga terinfeksi ternyata negatif. Di sini kan sudah ada 9 (yang terinfeksi),” pungkas Menko PMK. kbc9

Bagikan artikel ini: