Indonesia Power pesan pembangkit listrik terapung senilai Rp2,7 triliun ke PT PAL

Rabu, 26 Februari 2020 | 20:47 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Indonesia Power, anak perusahaan PT PLN Persero, memesan "Dual Fuel Engine Barge Mounted Power Plant" (BMPP) atau pembangkit listrik terapung berdaya total 150 megawatt (MW) kepada PT PAL.  

Direktur Pengembangan dan Niaga PT Indonesia Power Adi Supriono menjelaskan pembangunan BMPP 150 MW tersebut terbagi menjadi tiga unit, yaitu dua unit berdaya 60 megawatt, serta satu unit berdaya 30 megawatt. Total investasi untuk pemesanan tiga unit pembangkit listrik terapung tersebut mencapai Rp2,7 triliun.

"Untuk yang 60 megawatt, perunitnya Rp1 triliunan. Sedangkan yang 30 megawatt sekitar Rp600 miliar," kata Adi Supriono saat  prosesi "first steel cutting" atau pemotongan baja pertama yang menandai pembangunan satu unit pembangkit listrik terapung berdaya 60 megawatt di Surabaya, Rabu (26/2/2020).  

Adi mengungkapkan pembangkit listrik terapung sangat dibutuhkan di Indonesia yang merupakan negara kepulauan. "Berbeda dengan pembangkit listrik yang tertanam di tanah. Dengan pembangkit listrik terapung, katakanlah ada kesulitan pembangkit di satu wilayah, kita bisa segera pindahkan. Jadi sangat membantu, misalnya di Palu waktu ada gempa, kelistrikannya darurat, keberadaan pembangkit listrik terapung sangat membantu," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Rekayasa Umum dan Pemeliharaan serta Perbaikan PT PAL Indonesia Sutrisno menjelaskan bahwa pembangunan pembangkit listrik terapung ini adalah yang kedua kali dilakukan PT PAL.

"Ini bukan pertama kalinya kami membangun pembangkit listrik terapung. Tahun 1997 kita pernah membangun yang 30 megawatt. Barangnya masih ada. Sekarang ini kami akan membangun lagi yang lebih canggih dan modern mengikuti perkembangan teknologi terkini," katanya.

Menurut dia pembangunan total tiga unit pembangkit listrik terapung pesanan PT Indonesia Power tersebut akan dilakukan secara bertahap. Masing-masing pembangunannya membutuhkan waktu selama 15 bulan. "Untuk unit yang pertama ini targetnya selesai dibangun pada bulan Januari 2021," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: