Pertamina berniat bangun 3.827 Pertashop hingga akhir tahun

Jum'at, 28 Februari 2020 | 15:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pertamina (Persero) menargetkan pembangunan Pertashop hingga 3.827 desa di seluruh Indonesia pada 2020 ini.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pemasaran Retail Masud Hamid usai acara Kick Off Petrashop PT Pertamina di Nusa Dua, Bali, Kamis (27/2/2020).

"Targetnya minimal di 3.827 desa di seluruh Indonesia tahun ini," ujar Masud seperti dilansir, Jumat (28/2/2020).

Meski begitu, dia mengatakan, Pertamina mengutamakan pengadaan Pertashop di lokasi-lokasi kecamatan yang memang belum memiliki SPBU.

"Lalu yang kedua desa-desa yang kecamatannya ada SPBU tapi araknya jauh antara 5 sampai 10 kilometer. Jadi ini menjadi prioritas masyarakat bisa mendapatkan BBM kualitas bagus dan tidak terlalu jauh dari desanya," kata Masud.

Pengadaan Pertashop ini juga merupakan hasil kerja sama antara Pertamina dengan Kementerian Dalam Neger atau Kemendagri. Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Nata Irawan menuturkan, hingga saat ini, ada 500 desa yang memenuhi syarat bisa dibangun Petrashop.

"Dari 3.500-an desa, kita verifikasi, ada sekitar 500 desa yang bisa memenuhi syarat dibangun Pertashop. Hal itu dilihat desa-desa tersebut pernah memenangkan lomba-lomba yang diselenggarakan Kemendagri," ucap Nata Irawan.

Melihat jumlah tersebut, menurut Masud, pihaknya juga sudah siap untuk pengadaan 500 Pertashop. Namun, saat ini menunggu kesiapan peralatannya.

"Nanti tinggal kesiapan equipment karena equipment ini khusus, punya spesifikasi khusus. Selama ini kita bekerja sama dengan Barata dan Pindad untuk produksi tangki ini," papar Masud.

Masud menjelaskan, pemilihan bahan bakar Pertamax yang dijual di Pertashop adalah untuk mengedukasi masyarakat agar perlahan beralih ke BBM bagus.

"Yang kedua, motor-motor sekarang sebagian besar motor matic complynya dengan Pertamax RON 92. Yang ketiga, regulasi udara sehat, kita harus terus mendorong ke sana," ucapnya.

Masud memastikan, harga jual BBM di Pertashop akan sama dengan SPBU. Hal itu agar masyarakat dapat menikmati kemudahan mendapatkan BBM kualitas bagus dengan harga yang sama dengan SPBU.

"Saya yakin hari ini, masyarakat di desa-desa menikmati layanan Premium dan Petralite itu harganya lebih mahal dari Pertamax di SPBU. Makanya nanti kita dorong Pertamax sampai ke desa yang harganya sama dengan harga SPBU," papar Masud.

Selain itu, menurut Masud, Pertamina juga ingin mendsitribusikan secara merata tak hanya BBM kualitas bagus, tetapi juga penyediaan gas LPG.

"Untuk LPG, kita ingin menjamin supaya harga LPG di konsumen akhir itu sama dengan yg kita harapkan, sekitar Rp 18.000 sampai Rp 20.000 per 3 kg. Distrubusi itu harus merata dan sampai ke end customer secara merata," kata dia.

Untuk itulah, lanjut Masud, pentingnya pengadaan Pertashop agar distribusi baik BBM maupun gas LPG dapat merata hingga ke pelosok-pelosok desa.

"(Pemerataan) ini yang kita coba untuk dorong karena jumlah desa kita luar biasa, lebih dari 74.900 desa. Kemudian medannya juga luar biasa dan darat laut. Tapi itu kan tetap kita harus layani karena itu bagian dari NKRI. Sulit iya, tapi kita tetap harus mencari cara. Nah itu lah upaya kami Pertamina ke sana," tutup Masud.

Pertashop adalah anonim dari Pertamina Shop. Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina dengan skala kecil untuk melayani kebutuhan BBM, gas LPG, dan juga pelumas yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain. kbc10

Bagikan artikel ini: