Gelontorkan dana Rp 7 triliun, Telkom kembangkan bisnis digital

Jum'at, 28 Februari 2020 | 19:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. berencana menggelontorkan dana Rp 7 triliun untuk pendanaan perusahaan rintisan atau start up.

Direktur Strategic Portfolio Telkom Achmad Sugiarto mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari fokus bisnis Telkom yang bersandar pada tiga pilar, yaitu digital connectivity, digital platform, dan digital services. Dia menambahkan, investasi yang akan dikucurkan juga merambah ke arah pengembangan perusahaan rintisan.

"Jadi (investasi ini dilakukan) dalam rangka penguatan kapabilitas digital sekaligus berinvestasi di industri digital yang tengah mengalami pertumbuhan bisnis dan valuasi yang meningkat pesat," ujar Achmad dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Achmad mengatakan, rencana pendanaan perusahaan rintisan juga sejalan arahan dari Kementerian BUMN yang menginginkan Telkom segera mempercepat transformasi dalam menghadapi era disrupsi. Melalui penguatan kapabilitas digital dan pengalokasian investasi, kinerja Telkom diharapkan dapat tumbuh berkesinambungan.

Dia menjelaskan, sebagai rencana investasi tiga hingga empat tahun ke depan, perusahaan pelat merah ini akan mengalokasikan dana dengan kisaran US$300 hingga US$500 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun hingga Rp 7 triliun kepada anak perusahaannya, MDI Ventures.

Pada 2016 silam perseroan telah mengucurkan US$100 juta pada perusahaan modal ventura yang bergerak pada investasi di perusahaan digital mancanegara tersebut. Sampai saat ini MDI Ventures telah berinvestasi di 38 perusahaan dari 12 negara.

Selain menaruh investasi di perusahaan digital yang memiliki pertumbuhan bisnis dan value yang pesat, Achmad mengatakan MDI Ventures juga berkontribusi secara signifikan dalam transformasi digital Grup Telkom. "MDI Ventures menciptakan kerja sama melalui kolaborasi-sinergi antara startup dan TelkomGroup untuk memaksimalkan value baru yang belum termanfaatkan," tutupnya.

Dalam gelaran DevCon/Digital Economy Summit 2020 yang digelar Kamis (27/2/2020), Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa aksi korporasi tersebut dirasa penting untuk menyikapi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

"Karena Telkom itu industri dengan capex yang sangat tinggi, EBITDA menurun, pendapatan stagnan, jadi kami harus bergerak dari hanya infrastruktur digital ke digital platform," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: