Penghentian sementara umrah, potensi kerugian lebih dari Rp1 triliun

Jum'at, 28 Februari 2020 | 19:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah Arab Saudi resmi menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah dari sejumlah negara termasuk Indonesia. Langkah itu sebagai antisipasi terkait maraknya penyebaran virus corona atau Covid-19 di seluruh dunia.

Ketua Umum Syarikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi), Syam Resfiadi menyebut bahwa jika diasumsikan keputusan penghentian tersebut diberlakukan selama 14 hari, maka total kerugian mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

"Sebulan rata-rata 110.000 jemaah, kalau 14 hari setengah bulan jadi 60.000 dikali Rp20 juta," kata Syam di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Dia pun berharap supaya kebijakan Saudi tersebut tidak berlaku lama. "Memang kita berharap tidak akan terjadi," ucapnya.

Meski demikian, Menteri Agama Fachrul Razi mengapresiasi profesionalisme yang ditunjukkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau PPIU dalam merespons kebijakan Arab Saudi yang melakukan pemberhentian sementara untuk menerima jemaah umrah asal Indonesia.

Menurutnya, pihak-pihak tersebut telah memberikan informasi secara jelas menyangkut pemberhentian sementara tersebut kepada jemaah umrah. Pihak PPIU pun menjelaskan alasan dari kebijakan yang diambil oleh Arab Saudi secara mendadak itu.

"Adalah keputusan pemerintah Arab Saudi dengan pertimbangan untuk keselamatan umat yang lebih besar, terutama jemaah umrah dan ziarah," ucapnya.

Di samping itu, lanjut Menag PPIU pun telah memberikan pengertian kepada jemaah bahwa keberangkatan jemaah umrah hanya dapat dilakukan setelah Pemerintah Arab Saudi mencabut status penghentian sementara tersebut.

"PPIU me-reschedule dan menegosiasi ulang dengan penyedia layanan di Arab Saudi tentang akomodasi, konsumsi, transportasi darat, dan layanan lainnya untuk tetap dapat dipergunakan sampai dengan pencabutan status penghentian sementara tersebut," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: