Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum resmi dibuka di Surabaya

Minggu, 1 Maret 2020 | 08:20 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Surabaya, tepatnya di Kantor PLN Embong Wungu, Jalan Dr Soetomo 42, Surabaya.

General Manager PLN UID Jatim Bob Saril mengatakan bahwa SPKLU di jalan Dr. Soetomo adalah yang pertama di bangun di Surabaya. Nantinya, pengembangan akan melihat kebutuhan pasar dan model bisnis yang dikembangkan.

“Karena tugas PLN yang pertama adalah melayani kelistrikan. Jadi kalau ada pihak ketiga yang menyediakan SPKLU, maka PLN yang akan menyuplai listriknya,” ujar General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Bob Saril di sela acara Peresmian  SPKLU di kantor PLN Embong Wungu, Surabaya, Sabtu (29/2/2020) petang.  

Hingga saat ini, jumlah SPKLU di seluruh Indonesia ada sekitar 7 unit yang tersebar di empat kota, yaitu Jakarta sebanyak empat unit SPKLU, Bandung sau unit,  Denpasar Bali terdapat satu unit dan Surabaya satu unit.

“Tahun ini kita coba bangun satu unit di sini kemudian dilihat dulu berapa jumlah kendaraan yang menggunakan tenaga listrik. Karena kalau terlalu banyak juga akan sia-sia,” tambahnya.

Lebih lanjut Bob menegaskan bahwa dalam pengembanan bisnis kendaraan listrik ini perlu dukungan maksimal dari pemerintah melalui regulasi yang memudahkan dan mendukung pengembangan kendaraan listrik di tanah air. Hal ini mendesak karena hingga saat ini ada beberapa bahan baku yang harus  diperoleh dari impor karena tidak ada di Indonesia.

“Hal mendesak yang harus menjadi sebenarnya adalah adanya aturan yang bisa mengadakan mobil listrik dengan lebih murah, low cost kendaraan sehingga setiap orang bisa gunakan kendaraan ini. Ini yang kita harapkan bahwa pemerintah memberikan nilai kebijakan  khusus. Dan langkah kedua adalah mendorong industri hulu, bahan baku,” terang bob saril.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama dan Kealumnian ITS Bambang Pramujati bahwa kendala terbesar dalam menciptakan kendaraan listrik adalah baterai. Mencapai sekitar 30 persen dari total biaya produksi. Untuk itulah kemudian PTS melakukan penelitian dan mengembangkan teknologi baterai. “Kami sudah mulai produksi tetapi belum produksi massal,” ujarnya.

Gelar Future-X #mimpitanpabatas

Pada hari yang sama, PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur bersama anak perusahaan PLN yakni PT PJB, PT PJBS serta PT Icon+ mempersembahkan Future-X #mimpitanpabatas, sebuah konferensi tentang misi, imajinasi, dan mimpi dari 3 Generasi (Builder, Millenial, dan Alpha). Acara tersebut digelar di Atrium Tunjungan Plaza 3, mulai Sabtu (29/02/2020) hingga Senin (2/3/2020).

Bertajuk How to Shape the Future with Creativity and Technology, PLN Group Jawa Timur menggandeng pembicara dari berbagai industri kreatif dan perusahaan startup, diantaranya Ario Pratomo (Content Creator), Jiewa Vieri (Food Curator), Boylagi (Instagrammer), Mada Riyanhadi (Content Creator), Audrey Maxmilian (Founder of Riliv), Arief Susanto (CEO of Dus Duk Duk), Greenfields, Shopee, Gojek, Traveloka dan Airy.

Bob mengatakan, bahwa future atau masa depan mengandung tiga kata, yaitu visi, inovasi, dan teknologi. Ketiga hal itu pasti memerlukan energi untuk dapat direalisasikan. Di sinilah peran PLN untuk mengenalkan E-SMART Power for Future Generation. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh Generasi Builders yang sudah membuka jalan dengan menciptakan berbagai inovasi di masa lalu. Mereka meninggalkan visi kepada generasi saat ini yaitu para Millenial yang kaya akan imajinasi. Untuk itu, PLN mengajak generasi muda untuk ikut serta sebagai aktor utama di masa depan. Lebih jauh lagi, Future X ditujukan kepada anak-anak sebagai generasi penerus di masa depan. 

"Kami meluncurkan layanan E-Smart power total solution artinya setiap kebutuhan listrik PLN sudah masuk di dalamnya. Tahun ini, kami mencoba beyond electricity, solusi total kebutuhan pelanggan baik di listrik maupun asosiasinya. Contohnya mengoptimalkan device, teknologi digital, sehingga listrik tidak hanya dikonsumsi namun menambah added value dan produktivitasnya. Misalnya untuk bidang pertanian, dengan program kami electrifying agriculture" jelas Bob Saril.kbc6

Bagikan artikel ini: