Icon+ komitmen kembangkan Smart City dan Smart Village

Senin, 2 Maret 2020 | 12:40 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Icon+, anak perusahan PT PLN memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan program Smart City dan Smart Village. Di tahun ini, ia menargetkan akan menyambungkan internet di sekitar 500 desa hingga 1.000 desa di seluruh Indonesia, diantaranya di Madiun, Magetan, Pacitan dan sebagainya.

General Manager Icon+ Regional Jawa Bagian Timur Agus Widya Santoso mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya, Icon+ bukan hanya menyambungkan internet ke setiap desa tersebut tetapi juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat dan perangkat desa yang bersangkutan.

"Pertama, kita berikan pelatihan kepada mereka untuk dibuatkan portal desa, sehingga setiap desa memiliki portalnya sendiri-sendiri. Isinya, pertama informasi tentang pariwisata desa, informasi produk unggulan dan informasi transparansi dana desa," ujar Agus usai menjadi narasumber Talk Show "Future-X #Mimpitanpabatas" yang digelar oleh PLN Unit Induk Distribusi Jatim di Surabaya, Minggu (1/3/2020) petang.

Melalui edukasi dan pelatihan, maka mereka akan paham bahwa manfaat internet tidak sekedar bisa selancar di dunia maya, namun internet juga memiliki kemanfaata lain, yaitu ssia meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat desa dan akhirnya mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebab, dengan adanya portal tersebut, maka mereka bisa mengekspose apa yang dimiliki dan berlomba di masing-masing tempatnya. Ia mencontohnya ada salah satu desa yang diberikan internet dan mereka bisa ekspose apa yang ada di sana sehingga mendapatkan Anugerah Pesona Indonesia.

"Saat ini, sudah ada 5 ribu desa yang telah dipasang internet, mulai Sabang sampai Merauke, dari jumlah desa di seluruh Indonesia sekitar 8 ribu desa. Di Jatim ada sekitar seribu lebih, di Banyuwangi dan Surabaya semuanya sudah," terangnya.

Banyuwangi, ujar Agus, saat ini menjadi salah satu percontohan Smart City Indonesia, sehingga banyak kota dan kabupaten lain datang dan melihat apa yang dibuat di sana, mulai dari konektivitas seluruh kantor dinas, seluruh desa, bahkan ada BUMDes yang dimunculkan.

"Ada BUMDes yang bisa berkembang sendiri, seperti yang ada di Desa Kemangi, itu kita buatkan portal. Dan yang tidak kalah penting, ada pemerintah di salah satu daerah yang tidak mau menerima laporan manual, satu paket dengan layanan konektivitas," kata Agus.

Di portal tersebut, akan terlihat transparansi anggaran dana desa, sehingga akan memudahkan pak lurah uang apa saja dan yang telah dibelanjakan berapa. Sehingga tidak akan ada lagi demo warga karena ada transparansi.kbc6

Bagikan artikel ini: