Grab dukung pembangunan ibu kota baru dengan mengembangkan smart cities

Selasa, 3 Maret 2020 | 11:07 WIB ET
Presiden Jokowi saat melakukan pertemuan dengan CEO Softbank Masayoshi Son dan Pendiri/CEO Grab Anthony Tan dan Mantan PM Inggris Tony Blair yang didampingi Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata guna memantapkan dukungan Grab dalam pembangunan ibu kota baru.
Presiden Jokowi saat melakukan pertemuan dengan CEO Softbank Masayoshi Son dan Pendiri/CEO Grab Anthony Tan dan Mantan PM Inggris Tony Blair yang didampingi Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata guna memantapkan dukungan Grab dalam pembangunan ibu kota baru.

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur merupakan program utama pemerintahan Presiden Joko Widodo selain pembangunan sumber daya manusia (SDM). Tak heran jika Presiden mengajak banyak pihak untuk mendukung program strategis ini.

Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, CEO Softbank Masayoshi Son dan Pendiri/CEO Grab Anthony Tan dan Mantan PM Inggris Tony Blair yang didampingi Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata memantapkan dukungan Grab dalam pembangunan ibu kota baru yang akan menjadi pusat perhatian dunia dan merupakan contoh kota masa depan. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Istana Negara kemarin.

Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana mewujudkan kota yang menggabungkan teknologi mutakhir Kecerdasan Buatan, ekosistem kendaraan listrik, dan teknologi pembayaran yang tidak saja memberi kenyamanan pada warganya namun juga memberi dampak positif bagi kelestarian bumi.

Grab mengapresiasi visi besar Presiden memindahkan ibukota ke Kalimantan Timur. SoftBank mendukung Grab untuk mengembangkan smart cities tidak hanya di ibu kota baru, namun di seluruh Indonesia. Pembangunan smart cities akan membuat Indonesia lebih menarik bagi investor internasional dan memberi nilai jangka panjang yang besar bagi rakyat Indonesia.

Setelah pertemuan dengan presiden, Masayoshi menyatakan bahwa proyek pembangunan ibu kota ini sangat menarik.

"Ibu kota ini akan menjadi yang pertama di abad ke-21, di mana teknologi tinggi (high tech) bertemu dengan ‘high touch’. Masyarakat akan tinggal di lingkungan yang aman dan bersih. Saya berharap proyek pembangunan ibu kota baru ini dapat terwujud dan membawa kebahagiaan bagi orang yang nanti tinggal di situ," ujar Masayoshi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pihaknya bersyukur bahwa proyek pembangunan ibu kota baru ini menunjukkan Indonesia masih disukai pasar [investasi] walaupun ekonomi global sedang melambat dan banyak hal yang perlu kita perbaiki di dalam negeri.

Sebelumnya, pada awal tahun ini Masayoshi dan delegasi dari Softbank dan Grab telah bertemu dengan Presiden salah satunya untuk mendiskusikan rencana investasi Softbank ke ibu kota baru.kbc11

Bagikan artikel ini: