Dua seri awal MotoGP batal digelar karena corona, ini penjelasan Dorna

Selasa, 3 Maret 2020 | 17:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pembatalan Grand Prix MotoGP Qatar dan penundaan seri berikutnya di Thailand menyusul wabah virus corona terus menjadi perbincangan di kalangan penggemar MotoGP.

Dilansir laman resmi MotoGP, CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta selaku perusahaan pemegang hak siar MotoGP mengatakan bahwa salah satu penyebab pembatalan seri pembuka di Qatar adalah larangan kunjungan khususnya untuk mereka yang datang dari Italia.

"Kami terus berkomunikasi dengan otoritas di Qatar untuk memahami tepatnya apa yang bisa kami lakukan. Kemudian pada akhir pekan, situasinya berubah cepat," kata Ezpeleta.

Dikatakannya, pada Sabtu dan Minggu, tak ada masalah spesifik bagi setiap orang, tapi kemudian pada Minggu pihaknya menerima indikasi dari otoritas di Qatar jika karena situasi di Italia dan seluruh dunia, semua orang atau warga negara Italia atau yang tinggal di Italia yang datang dari sana harus memastikan diri mereka tidak berada di Italia dalam 14 hari terakhir.

Dalam hal ini, bukan larangan masuk Qatar yang diberlakukan, namun siapa saja yang berada di Italia dalam 14 hari terakhir disarankan masuk karantina selama 14 hari di Qatar.

"Jelas itu tak memungkinkan bagi kami dan itulah yang menyebabkan kami membatalkan kategori MotoGP di Grand Prix Qatar," kata Ezpeleta.

Sementara tim dan pembalap kategori Moto2 dan Moto3 telah terlebih dulu tiba di Qatar menjalani tes pramusim dan oleh sebab itu balapan kelas intermediate dan ringan itu tetap berlangsung di Sirkuit Losail akhir pekan ini demikian juga kejuaraan Asia Talent Cup.

Kurang dari 24 jam, MotoGP kembali mengeluarkan pengumuman yang menyatakan jika seri Grand Prix Thailand ditunda karena kekhawatiran wabah virus corona.

Ezpelata menandaskan, pihalnya telah berbicara dengan otoritas Thailand sepanjang akhir pekan dan mereka memperingatkan dirinya pada Senin, waktu Thailand, akan ada pertemuan untuk memutuskan ajang apa yang bisa digelar di Thailand.

"Tidak berhubungan dengan warga Italia atau setiap orang dan warga negara lain yang mengunjungi Thailand, tapi mereka memutuskan untuk membatalkan ajang-ajang besar yang memiliki jumlah penonton yang banyak," kata Ezpeleta.

"Situasinya berbeda dari Qatar, jadi kami memutuskan menunda Grand Prix Thailand dan mencoba mencari tanggal di akhir tahun untuk memungkinkan menggelar GP itu," imbuhnya.

Ezpeleta yakin jika Musim MotoGP 2020 akan tetap berlangsung. "Kami akan terus berusaha dan waspada terhadap situasi karena berubah setiap harinya, tapi harapan kami adalah menggelar setiap balapan yang ada di musim 2020," ujarnya.

Dengan terdampaknya dua seri awal MotoGP, maka tim dan pembalap harus menunggu hingga seri ketiga di kalender, jika tidak ada perubahan jadwal, yaitu Grand Prix Amerika Serikat akan digelar di Texas pada 6 April. kbc10

Bagikan artikel ini: