Ritel online tumbuh pesat di Indonesia, tiga hal ini jadi pendorong

Kamis, 5 Maret 2020 | 08:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dalam beberapa tahun terakhir, ritel online di Indonesia terus mengalami perkembangan pesat. Sejumlah brand Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) pun berlomba-lomba meningkatkan eksistensi di ranah digital.

Dilansir dari laporan e-commerce enabler Sirclo, ritel online yang awalnya hanya menyumbang 8 persen penjualan total industri pada 2018, diprediksi bakal meningkat hingga menjadi 24 persen pada 2022.

Angka ini membuktikan besarnya potensi penjualan di ranah digital yang masih perlu dimaksimalkan, terutama oleh brand FMCG yang sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Menurut produsen produk rumah tangga asal Inggris, Reckitt Benckiser, pertumbuhan pesat ini didorong oleh beberapa tren industri e-commerce Indonesia.

Head of E-Commerce Reckitt Benckiser Indonesia, Rudy Adrian mengatakan hal pertama yang mendukung pertumbuhan ini adalah perekonomian dan perkembangan infrastruktur yang kian stabil di Indonesia.

"Dari segi infrastruktur, adaptasi teknologi dan ekonomi Indonesia yang stabil membantu akselerasi pertumbuhan e-commerce. Banyak pasar yang tengah menyambut peluang besar, seperti segmen ibu dan anak, serta kecantikan dan personal care berkat ketersediaan infrastruktur teknologi distribusi,” ujar Rudy dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2020).

Faktor kedua adalah berkaitan dengan perilaku dan konsumen yang semakin berevolusi. Rudy mengambil contoh pangsa pasar ibu di Indonesia.

“Kini para ibu Indonesia dalam kesehariannya telah ‘berevolusi’ menjadi lebih mahir memanfaatkan teknologi. Dari mencari informasi untuk melakukan monitoring kehamilan dan pertumbuhan anak, hingga mengurus dan berbelanja kebutuhan rumah tangga sehari-hari semuanya melibatkan teknologi. Bahkan saat membayar dan mendapatkan produk,” papar Rudy.

"Ini juga berkat internet yang menyediakan informasi mengenai produk kesehatan dengan mudah dan cepat,” sambungnya.

Dua tren tersebut menandakan bahwa brand FMCG perlu go online atau lebih gencar melakukan pemasaran secara online. Ini berkaitan dengan tren ketiga, yaitu semakin banyak brand FMCG yang bekerjasama dengan partner e-commerce enabler terpercaya. 

Founder dan CEO Sirclo Brian Marshal mengatakan dalam mengembangkan bisnis secara online, brand menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya tenaga ahli di bidang e-commerce dan sistem penjualan di berbagai kanal yang terintegrasi.

Ia menilai kandidat yang ahli dan berpengalaman di bidang e-commerce FMCG masih belum banyak tersedia, dan perusahaan sering kesulitan mencari talenta yang cocok. Selain itu, kebanyakan sistem tradisional masih bersifat manual, sehingga memudahkan terjadinya eror. Belum lagi sistem pergudangan dan logistik yang tidak didesain untuk memenuhi order secara online.

"Sirclo menyediakan solusi satu atap untuk permasalahan-permasalahan ini, terutama bagi klien FMCG seperti Reckitt Benckiser,” ujar Brian. kbc10

Bagikan artikel ini: