Masuki musim tanam, Pupuk Indonesia siapkan stok 1.022 juta ton

Kamis, 5 Maret 2020 | 17:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam produsen pupuk, yakni PT Pupuk Indonesia (Persero), menegaskan telah menyiapkan stok pupuk (subsidi dan nonsubsidi) sebanyak 1.022.177 ton jelang memasuki masa tanam.

Dari total stok tersebut, terdiri dari 509.201 ton Urea, 243.736 ton NPK, 96.973 ton SP-36, 111.027 ZA, dan 61.240 ton organik. Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan bahwa stok tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi memasuki masa tanam awal tahun ini. Jumlah stok yang disiapkan di lini III dan IV tersebut cukup untuk kebutuhan tiga bulan ke depan.

"Kami menjaga jumlah stok untuk dapat memenuhi kebutuhan petani sesuai dengan alokasi yang diatur Kementerian Pertanian. Stok yang tersedia mencapai empat kali lipat dari ketentuan," jelas Wijaya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Adapun jumlah stok pupuk tersebut dipenuhi oleh lima anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), yaitu PT Petrokimia Gresik menyediakan stok pupuk sebanyak 498.616 ton; PT Pupuk Kujang sebanyak 141.730 ton; PT Pupuk Kaltim sebanyak 181.787 ton; PT Pupuk Iskandar Muda Aceh sebanyak 37.983 ton; dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang sebanyak 170.594 ton.

"Untuk mengantisipasi kebutuhan petani apabila terjadi kekurangan, kami pun menyiapkan stok pupuk nonsubsidi di kios-kios resmi. Kami juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian guna mencegah kelangkaan," lanjut Wijaya.

Menyinggung wabah corona yang telah masuk ke Indonesia, Pupuk Indonesia juga meyakinkan kelancaran distribusi pupuk bersubsidi tidak terganggu oleh wabah tersebut.Hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri BUMN yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE-1/MBU 03/2020 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Dalam arahannya, Menteri BUMN Erick Thohir meminta agar PT Pupuk Indonesia (Persero) menjaga ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani.Untuk itu, Wijaya mengimbau para distributor, pemilik kios, maupun karyawan produsen pupuk untuk tetap tenang, menjaga kondisi kesehatan, dan mengikuti anjuran-anjuran pencegahan penyebaran virus corona sehingga para petani juga terlindungi.

"Kami berkomitmen menjaga proses distribusi pupuk bersubsidi tetap berjalan dengan lancar. Kami mengimbau juga agar masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaannya dengan menjaga pola hidup sehat," pungkas Wijaya.kbc11

Bagikan artikel ini: