LPS tahan suku bunga penjaminan di level 6%

Jum'at, 6 Maret 2020 | 08:58 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga penjaminan simpanan pada level 6% untuk simpanan rupiah, dan 1,75% untuk simpanan valuta asing (valas), serta 8,5% untuk simpanan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 8,5%.

"Tingkat bunga penjaminan periode 25 Januari 2020 - 29 Mei 2020 untuk simpanan dalam Rupiah dan valas di bank umum dan BPR tidak mengalami perubahan," kata Sekretaris LPS Muhamad Yusron dalam keterangan resmi, Kamis (5/3/2020).

Dia menjelaskan, tingkat bunga penjaminan yang berlaku saat ini dipandang masih sejalan dengan perkembangan suku bunga simpanan bank benchmark yang masih berada dalam tren penurunan sejalan dengan arah kebijakan yang ditempuh bank sentral serta membaiknya prospek likuiditas perbankan. 

Selanjutnya, LPS akan melakukan evaluasi serta penyesuaian terhadap kebijakan tingkat bunga penjaminan sesuai dengan perkembangan suku bunga simpanan dan hasil assessment atas perkembangan kondisi ekonomi makro, stabilitas sistem keuangan serta likuiditas.

Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin. 

"Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku dan maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan," kata dia.

Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan penjaminan, LPS menghimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. 

Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan. 

Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan. kbc10

Bagikan artikel ini: