Isi daya kendaraan listrik di SPKLU tak lagi gratis per 31 Mei 2020, ini besaran tarifnya

Jum'at, 6 Maret 2020 | 09:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Saat ini para pemilik kendaraan listrik yang mengisi daya di di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) memang masih belum dikenai tarif alias gratis. Namun PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya bakal mematok tarif isi daya mulai 31 Mei 2020 mendatang.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Ikhsan Asaad mengatakan, nantinya pengguna kendaraan listrik bisa melakukan pembayaran di aplikasi bernama Charge.IN. Dalam aplikasi ini pengguna bisa melakukan pengisian kendaraan listrik dengan memilih jumlah kWh listrik yang diinginkan. Dalam masa roll out, metode pembayaran menggunakan dompet digital Link aja. 

“Berbarengan dengan roll out aplikasi Charge.IN ini diberlakukan tarif Rp 1.300 dimana metode pembayarannya terintegrasi di dalam aplikasi," ujar Ikhsan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/3/2020).

Pengguna kendaraan listrik bisa mengunduh aplikasi ini di Google Play dan melakukan aktifasi. Selain itu, aktifasi Link Aja juga perlu dilakukan sebagai metode pembayaran.

“Aplikasi Charge.IN ini akan terus dikembangjan baik dari sisi fitur maupun metode pembayaran," kata Ikhsan. 

Selain itu, Ikhsan menuturkan PLN membuka kesempatan bagi berbagai pihak untuk saling bekerja sama memperluas ekosistem kendaraan listrik.

Pelanggan PLN dengan daya di atas 200 kilo Volt Ampere (kVA) yang ingin menambah daya listrik sekaligus memasang SPKLU berkesempatan mendapat diskon biaya tambah daya dan cicilan sampai dengan 24 kali tanpa bunga atau bunga 0 persen.

“Kami siap mendukung pengembangan infrastruktur kendaraan listrik ini tentunya dengan penyediaan listrik yang cukup dan andal. Ada juga diskon tambah daya dan cicilan bagi yang pasang charging station," jelas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: