Harga sedang jeblok, Pertamina akan maksimalkan impor minyak

Senin, 9 Maret 2020 | 20:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pertamina (Persero) menyatakan akan memanfaatkan penurunan tajam harga minyak, dengan membeli semaksimal mungkin untuk mengisi tanki-tanki yang dimiliki. Rencana Pertamina ini pun mendapat sinyal dari pemerintah.

"Dengan harga minyak merosot, kita harus menikmatinya. Pertamina akan membeli sebanyak mungkin, kami memiliki tangki untuk diisi," kata Plt Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/3), tanpa mengungkapkan jumlah yang akan dibeli Pertamina.

Sebagai informasi,harga minyak anjlok sekitar 30% setelah Arab Saudi memulai perang harga, bahkan ketika penyebaran virus corona mengikis pertumbuhan permintaan global. Saudi memutuskan untuk menurunkan harga minyaknya sekaligus memompa produksi, sebagai respons penolakan Rusia atas usul OPEC untuk memperpanjang dan pemperdalam pengurangan produksi untuk membantu menaikkan harga.

Kementerian ESDM telah memberikan Pertamina kuota impor minyak mentah 50 juta barel tahun ini, sekitar 30 juta barel lebih rendah dari yang diminta.Pertamina mengimpor 87 juta barel minyak mentah tahun lalu.

Terkait rencana memborong minyak mentah itu, Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengaku tidak akan berdampak pada kegiatan pengeboran dan investasi Pertamina.

Dikatakan, produksi Pertamina berkisar antara US$9 -US$11 per barel untuk operasi di darat, sementara beberapa biaya produksi ladang lepas pantai sekitar US$20 per barel.

Pertamina berencana untuk menghabiskan USD7,8 miliar dalam investasi tahun ini, naik 84% dari tahun sebelumnya, untuk meningkatkan output di hulu. kbc11

Bagikan artikel ini: