Asosiasi sebut kualitas ban bagus bikin marak truk ODOL

Selasa, 10 Maret 2020 | 09:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Maraknya truk over dimension over load (ODOL) atau truk obesitas di Tanah Air dinilai salah satunya karena kualitas ban produksi Indonesia yang bagus.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Aziz Pane mengakui, selama ini kualitas ban produksi Indonesia memang banyak disalahgunakan.

"Padahal kita mau menyamakan konsumen (dengan kualitas ban yang bagus) tapi konsumen itu malah menyalahfungsikan ban itu untuk truk over load," kata Aziz, Senin (9/3/2020).

Meski begitu, Azis tidak setuju jika pemerintah mengusulkan untuk menurunkan kualitas ban produksi Indonesia agar praktik truk obesitas dapat dikendalikan. Dia menegaskan sangat tidak mungkin jika produsen ban di Indonesia menurunkan kualitasnya.

"Nggak mungkin down grade. Kami lebih memilih akan didik konsumennya," ujar Aziz.

Untuk itu, Aziz menuturkan pada akhir Maret 2020 APBI akan melakukan kampanye keselamatan selama dua hari di jalan tol. Hal itu menurtnya akan dilakukan untuk melihat perilaku konsumen pengguna ban.

Hasil dari kampanye keselamatan tersebut menurutnya dapat dilaporkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Ini loh bagaimana tingkah laku konsumen lalu apa yang akan diambil langkah selannjutnya karena yang paling tahu konsumen ban itu adalah asosiasi ban," ungkap Aziz.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan, ban produksi Indonesia dinilai menjadi yang terkuat di dunia. Sayangnya, kuatnya ban produksi Indonesia justru mendukung kelangsungan truk obesitas atau kelebihan muatan dan dimensi.

Budi mengatakan asosiasi perusahaan ban menyatakan kelebihan ban produksi Indonesia tersebut hanya saja terdapat alasan yang tidak sesuai dibaliknya. "Karena pesanan dari sektor industri kendaraan truk (ban dibuat kuat) supaya bisa untuk truk kelebihan muatan dan dimensi," kata Budi.

Dia menegaskan saat ini Kemenhub sudah berkomunikasi dengan asosiasi ban dan sasis (kerangka bagian bawah kendaraan). "Kita akan bekerja sama dengan Kemenperin kalau bisa ada penurunan kualitas untuk spesifikasi kendaraan ban ini yang ada di Indonesia," jelas Budi.

Dengan adanya penurunan kualitas, Budi menuturkan hal tersebut dapat memperketat para pemilik kendaraan agar tidak mengoperasikan truk obesitas. Jika penurunan kualitas ban dilakukan paling tidak menurut Budi kapasitas muatan truk akan disesiaikan dengan kekuatan ban.

"Jadi kalau truk hanya muat  untuk 30 ton saja, kalau lebih dari itu bannya akan pecah," tutur Budi. kbc10

Bagikan artikel ini: