Pacu kinerja ekonomi, Kadin Jatim dukung percepatan pembangunan JLS

Selasa, 10 Maret 2020 | 19:26 WIB ET
Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto saat memberi sambutan pada Bincang Ekonomi di Graha Kadin Jatim, Selasa (10/3/2020).
Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto saat memberi sambutan pada Bincang Ekonomi di Graha Kadin Jatim, Selasa (10/3/2020).

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) sepenuhnya mendukung atas program percepatan ekonomi lima kawasan, utamanya di Jalur Lintas Selatan (JLS). Karena jalan ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang akan menghubungkan seluruh kabupaten yang berada di wilayah pantai selatan Pulau Jawa.

Proyek JLS meliputi delapan kabupaten, yaitu Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember dan Banyuwangi. Dan untuk saat ini, realisasinya saat ini masih mencapai 55,85 persen atau sekitar 300,81 kilometer (KM).

Ada sekitar 44,15 persen yang harus dikebut hingga tahun 2021. Untuk itu, Kadin Jatim telah menyiapkan sejumlah skema terkait realisasi percepatan pembangunannya.

"Kami berharap hadirnya Perpers 80/2019 bisa mempercepat pengembangan kawasan selatan wilayah Jatim, sebab pembangunan daerah di kawasan tersebut saat ini masih lambat," kata Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto dalam Bincang Ekonomi di Graha Kadin Jatim, Selasa (10/3/2020).

Ia mengatakan, dengan hadirnya Perpes tersebut, pengembangan kawasan selatan Jatim juga diharapkan bisa mengurangi disparitas sosial ekonomi antara kawasan selatan dan utara.

"Kalau dinamika ekonomi di wilayah selatan itu tumbuh, otomatis terjadi lonjakan kesejahteraan rakyat dan sektor swasta juga lebih hidup, oleh karena itu aspek pertama yang harus segera disentuh adalah perbaikan infrastruktur di kawasan selatan Jatim," katanya.

Terkait lambatnya realisasi pembangunan JLS, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan sebenarnya kendala utamanya adalah soal pembebasan lahan. Masih ada sekitar sekitar 206 KM dan yang sudah dibebaskan masih sekitar 30 KM.

"Saya sendiri sudah turun bersama Tim dari PUPR. Yang bisa membuka lahan untuk bangun konektivitas ini, maka dari PUPR akan ikhtiar pendanaannya," tegas Khofifah.

Ia juga menegaskan bahwa di tahun ini, pembangunan JLS di tahun ini masih terus berjalan. Pengerjaan dilakukan di Lot 9 Pansela yang terbentang dari Balekambang hingga Kedungsalam sepanjang 17,89 kilometer. Tahapan ini ditargetkan selesai pada 2022 mendatang.

"2020, Lod 9 jalan, Lot 6 dan Lot 7 jalan. Ada 17 KM lagi tetapi sepenggal-penggal, di 2021 juga ada. Kalau misal 340 KM dari Sendang Biru ke Lumajang sudah clear, maka bisa dilakukan di 2021," tegasnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Harmanta mengatakan bahwa proyek percepatan lima kawasan oni, termasuk pembangunan JLS dipastikan akan memberikan dampak positif yang sangat signifikan terhadap kinerja ekonomi Jatim.

Saat ini, dari 38 kabupaten kota di seluruh Jatim, rata-rata pertumbuhan ekonominya mencapai 5,5 persen ke bawah. Hanya ada dua kabupaten yang mengalami pertumbuhan ekonomi diatas 5,5 persen, yaitu Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Malang.

"Kalau seandainya Perpres 80/2019 ini bisa terlaksana, maka kinerja ekonomi Jatim yang biasanya mencapai 5,5 - 5,8 persen bakal mampu tumbuh diatas 6 persen," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: