Dua hari, BI sosialisasikan QRIS pada pelaku UMKM dan rumah ibadah

Rabu, 11 Maret 2020 | 17:02 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur terus menyosialisasikan penggunaan QR Code Indonesia Standard atau QRIS dalam transaksi yang dilakukan seluruh masyarakat.

Kali ini, sosialisasi dilakukan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jatim pada hari Senin (9/3/2020) dan kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI) Wilayah Jatim di hari berikutnya, Selasa (10/3/2020).

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim Difi Ahmad Johansyah menjelaskan bahwa BI berkomitmen penuh untuk mengembangkan sistem pembayaran dan memfasilitasi perkembangan inklusi keuangan. Salah satunya dengan menerbitkan “blue print sistem pembayaran Indonesia 2025: Menavigasi Sistem Pembayaran Nasional di Era Digital” untuk Indonesia lebih yang lebih baik dan merata, dengan mengusung 5 Visi dan Inisiatif Sistem Pembayaran di Indonesia.

Hal ini ditunjukkan melalui beberapa kebijakan atau program yang telah ditempuh Bank Indonesia untuk memperkuat sistem pembayaran, salah satunya adalah QRIS (QR Code Indonesia Standard) yang telah diluncurkan pada bulan Agustus 2019 lalu dan sudah diimplementasikan pada 1 Januari 2020 dengan tetap memperhatikan Perlindungan Konsumen dalam ekosistem ekonomi dan keuangan digital. 

“Standarisasi QR Code ini dibuat untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk Jawa Timur. Sampai dengan awal Maret 2020 implementasi dan penguatan QRIS di Jawa Timur telah mencapai 321 ribu merchant dengan 114 ribu diantaranya berada di Surabaya,” tutur Difi Ahmad Johansyah, Surabaya, Rabu (11/3/2020)..

Secara khusus Difi juga menyampaikan penghargaan, rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota IWAPI Jawa Timur yang telah memberikan dukungan dalam implementasi QRIS untuk mendukung transaksi pembayaran pelaku usaha yang tergabung dalam IWAPI. Tentunya hal tersebut secara tidak langsung dapat mendukung Bank Indonesia yang secara konsisten dalam menjaga stabilitas ekonomi di Jawa Timur. 

Difi juga mengajak seluruh pengurus dan anggota IWAPI untuk hadir dalam Pekan QRIS 2020 yang akan diselenggarakan pada tanggal 15 Maret 2020 sebagai acara puncak sekaligus mendorong penggunaan QRIS dalam transaksi pembayaran UMKM dan pelaku usaha yang tergabung dalam IWAPI Jawa Timur. 

Di sisi lain, Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur juga bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia Wilayah Jawa Timur memperkenalkan kebijakan QRIS untuk mendorong pengelolaan dana sosial pada rumah ibadah. 

“QRIS hadir dalam rangka Gerakan Melawan Ke Mubaziran, dalam ekonomi syariah. Berapa pun adanya uang anda, uang itu harus dimanfaatkan sebaik baiknya. Penggunaan QRIS juga memperluas kesempatan bagi masyarakat menyalurkan zakat, infaq, shadaqah, sumbangan sosial lainnya ke tempat ibadah dan lembaga sosial dengan cara non tunai. Penyaluran dana sosial secara non tunai seperti QRIS sangat membantu pengurus dalam mencatat, mengelola, dan pertanggungjawaban sumbangan dari masyarakat”, ungkap Difi. 

Dengan adanya sosialisasi serta komitmen Dewan Masjid Indonesia wilayah Jawa Timur Difi berharap implementasi QR Code yang sebelumnya telah medapatkan rekor MURI tentang Gerakan elektronifikasi rumah ibadah tersebut melibatkan 14 Bank dan 1.589 rumah ibadah di Jawa Timur, dapat disempurnakan dengan menggunakan QRIS untuk mempermudah seluruh pengguna platform QR dalam melakukan sedekah.

“Dengan adanya elektronifikasi rumah ibadah telah membantu pengurus masjid dalam mengelola ZISWAF yang selama ini masih dilakukan secara tradisional. Tentunya dengan adanya elektronifikasi ini sangat mendorong efisiensi dalam mengelola ZISWAF serta dapat mendorong pendapatan ZISWAF yang lebih banyak lagi” kata Ketua Dewan Masjid Indonesia wilayah Jawa Timur Muhammad Roziqi.

Pada kesempatan yang sama Deputi Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Imam Subarkah menyampaikan bahwa dengan adanya QRIS dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan pembayaran ritel non-tunai yang inklusif, khususnya untuk sektor usaha mikro dan kecil termasuk pengelolaan dana sosial. Kehadiran QRIS diharapkan dapat mengakselerasi berbagai program terkait dengan keuangan inklusif, less cash society dan kolaborasi antara fintech dengan perbankan. kbc6

Bagikan artikel ini: