Sasar pasar asuransi jiwa syariah, Prudential luncurkan produk PRUCinta

Rabu, 11 Maret 2020 | 23:28 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Prudential Life Assurence (Prudential Indonesia) kian gigih melakukan edukasi kepada masyarakat atas pentingnya perlindungan jiwa, utamanya untuk seseorang yang menjadi tulang punggung keluarga. Perlindungan ini dinilai sangat penting dan sebagai wujud rasa cinta mereka kepada keluarga ketika terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Bagaimana kemudian anak-anaknya akan hidup jika tulang punggung keluarga tiba-tiba tiada. Untuk itulah kemudian Prudential meluncurkan asuransi jiwa syariah PRUCinta agar ahli waris mendapatkan santunan meninggal yang lebih optimal," ujar Head of Sharia Business Prudential Indonesia, Ari Purnomo di Surabaya, Rabu (11/3/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Unit Usaha Syariah Prudential Indonesia telah mengembangkan berbagai macam solusi perlindungan dan terus menjadi pemimpin pasar asuransi jiwa syariah sejak diluncurkan pada tahun 2007. Seiring waktu, tren permintaan produk keuangan berbasis syariah terus meningkat, untuk itu Prudential memperluas portofolio perlindungan berbasis syariah untuk semua denganenghadirkan PRUCinta.

Saat ini, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jiwa masih rendah. Dari data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan bahwa pada tahun 2019 penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih sekitar 1,2 persen dibanding total Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih rendah dibanding Korea Selatan yang mencapai 8,4 persen, Jepang 6,2 persen dan Tiongkok sebesar 2,8 persen.

"Potensi asuransi sangat besar di Indonesia, dari total jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270 juta, hanya sekitar 17,8 juta yang sudah terlindungi. Indeks literasi asuransi jiwa secara umum di Indonesia masih mencapai 16 persen, sementara inklusi asuransi umum mencapai 12 persen," tambahnya.

Sementara literasi dan inklusi syariah hanya sekitar 2 persen. Selain itu, berdasarkan data AAJI kuartal ke tiga, dari 17,8 juta peserta asuransi jiwa individu, hanya 1,3 juta orang yang memiliki polis syariah. Padahal asuransi jiwa merupakan instrumen investasi penting untuk mengantisipasi risiko meninggalnya sumber pendapatan utama keluarga yang dapat terjadi kapan saja serta dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan keluarga.

"Di tengah berbagai ketidakpastian dan rendahnya indeks dan inklusi asuransi syariah, Prudential Indonesia mengembanglam PRUCinta sebagai solusi yang simpel, mudah dipahami, terjangkau dan sangat relevan untuk melengkapi kebutuhan keluarga atas asuransi tradisional berbasis syariah dengan berbagai manfaat menarik. Tujuannya ingin lebih banyak masyarakat Indonesia yang mengutarakan rasa cintanya kepada orang yang dicintai dengan memberikan perlindungan," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Head of Product Development Prudential Indonesia, Himawan Purnama mengatakan berbagai pakar finansial menyarankan bahwa setiap keluarga perlu menyiapkan dana darurat untuk kondisi mendesak dan tidak terduga. Namun tidak semua keluarga di Indonesia memiliki kesadaran tentang itu.

"96,7 persen masyarakat mengakui memiliki tujuan keuangan, namun hanya 1,5 persen yang mempersiapkan dana darurat," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: