Harga gula tembus Rp18.000/kg, Kemendag siap gelar OP

Rabu, 11 Maret 2020 | 23:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan (Kemendag) segera melakukan operasi pasar sehubungan kian meroketnya harga gula pasir di pasaran yang melebihi harga acuan. Atas hal ini pemerintah telah berkoordinasi dengan distributor.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) menyebutkan harga rata-rata gula pasir Nasional hingga Rabu (11/3/2020) ini sudah mencapai Rp 17.400 per kilogram (kg). Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga acuan tingkat konsumen sebesar Rp 12.500 per kg.

Harga Gula pasir di Baturaja Sentuh Rp 17.000 per kg , harga gula pasir tembus Rp 17.000 per kg di Cirebon dan harga gula pasir di Jakarta Tembus Rp 18.000 per Kg. "Jadi pada dasarnya stok ini masih cukup. Kita juga akan operasi pasar sesegera mungkin, kemarin sudah bicara dengan distributor, ini ada stok sekitar 160 ribu ton saat ini," kata Mendag Agus Suparmanto di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Mendag menjelaskan saat ini stok gula pasir di tingkat distributor masih tersedia sebanyak 160.000 ton. Karena itu, ia meminta agar para distributor segera mengeluarkan stok untuk menahan harga gula yang kian merangkak tinggi.

Ia menargetkan stok gula akan dikeluarkan sesegera mungkin dengan harga jual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 12.500 per kilogram. "Harus sesuai HET, nanti kita lihat. Kita segera mungkin, kemarin kita sudah ada komitmen dua sampai tiga hari akan keluar karena stoknya sudah siap, bukan tidak ada," kata Agus.

Selain itu, impor gula yang akan masuk hingga akhir Maret ini mencapai 260 ribu ton. Volume tersebut merupakan bagian dari izin impor yang diterbitkan Kementerian Perdagangan pada tahun ini.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Surat Persetujuan Impor (PI) untuk komoditas gula kristal mentah (GKM) sebanyak 438.802 ton sebagai bahan baku gula kristal putih (GKP) yang dikonsumsi masyarakat. Dari SPI yang telah diterbitkan itu, Perum Bulog mendapat penugasan impor gula mentah "raw sugar" sebesar 29.750 ton. Bulog mempertimbangkan akan mengimpor dari negara yang berdekatan, seperti Thailand, Australia dan India, agar proses pengiriman lebih cepat.kbc11

Bagikan artikel ini: