Wow! 10 Koperasi dan puluhan UKM siap melantai di bursa tahun ini

Kamis, 12 Maret 2020 | 10:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Koperasi dan UKM menyebut sebanyak 35 koperasi berpeluang untuk menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO). Bahkan sudah ada dua koperasi yang sudah mencapai pendanaan melalui obligasi.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Tubagus Fiki Chikara Satari mengatakan, saat ini sudah ada 35 koperasi yang besar yang siap untuk IPO meskipun nantinya tidak semua. Apalagi memang secara peraturan sudah dimungkinkan koperasi mencari pendanaan dari bursa saham.

"Pak Menteri ingin rebranding koperasi yang modern, IPO itu kan membuat menjadi akuntabilitasnya bagus," kata dia saat berkunjung bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Rabu (11/3/2020).

Dia mengatakan, pihaknya memang memiliki program untuk mendampingi 35 koperasi besar itu untuk melakukan identifikasi dan administrasi, sehingga akan ada sekitar lima sampai 10 koperasi yang akan IPO tahun ini. "Kami sudah membuat timeline detil untuk IPO koperasi itu," ujar dia.

Dia mengatakan, pihaknya juga sudah bicara ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal adanya koperasi yang akan IPO. "Sudah ada papan akselerasi untuk UKM IPO," imbuh Fiki, yang juga Dosen FE Unpad tersebut.

Selain koperasi, Fiki bilang sudah ada sekitar 70 UKM yang siap untuk IPO dengan valuasi Rp 5,7 triliun. "Kita semangatnya nasional brand, kami dorong terus," kata dia.

Maka, kata Fiki, mimpi Indonesia memiliki brand besar bisa saja terjadi seperti IKEA , dan lainnya. Hanya saja, Kementerian Koperasi dan UKM belum bisa menyebutkan brand yang UKM dan koperasi yang siap IPO tersebut. "Nanti kami sebutkan," ujar dia.

Teten Masduki Menteri Koperasi dan UKM mengatakan, pihaknya sedang membenahi model bisnis dari UKM. Jadi, bukan saja soal masalah permodalan. "R&D yang akan kita kembangkan, sekarang memang tidak ada," ujarnya.

Dia mengungkapkan, tidak mungkin UKM memiliki R&D, padahal riset dan development itu penting dalam menentukan model bisnis UKM. "Sekarang itu, banyak kedai kopi, karena memang terlihat meniru dengan yang sudah ada atau yang sudah besar," ungkap Teten.

Teten mengatakan, pihaknya ingin nanti ada R&D yang memang menjadi rujukan bagi UKM. Salah satu idenya adalah membuat produk bersama dengan brand berbeda. kbc10

Bagikan artikel ini: