Tergencet virus corona, pebisnis hotel minta diskon pajak

Kamis, 12 Maret 2020 | 21:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha pariwisata mendesak pemerintah daerah memberikan diskon pajak. Hal ini menyusul tergencetnya bisnis mereka sejak merebaknya wabah virus corona (Covid-19).

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sutrisno Iwantono menyatakan, meski pemerintah telah menggelontorkan insentif pengurangan pajak untuk hotel dan restoran di 10 destinasi wisata, namun dia menilai saat ini bukan cuma industri pariwisata di 10 destinasi saja yang terhantam, tetapi juga seluruh destinasi pariwisata.

"Perlu diketahui bahwa stimulus pembebasan pajak di 10 destinasi itu bukan diterima oleh hotel dan restoran, tetapi diterima oleh pemerintah daerah. Nah, pemerintah pusat seharusnya membicarakan itu dengan pemerintah daerah," katanya seperti dikutip, Kamis (12/3/2020).

Sutrisno mengakui memahami beban berat pemerintah pusat jika harus menanggung pajak industri. Karenanya, ia mengusulkan beban tersebut juga diserap oleh pemerintah daerah.

Menurut dia, saat ini kunjungan wisatawan sedang turun. Tidak cuma wisatawan China, tetapi juga wisatawan mancanegara dari negara lain. "Hotel dan restoran yang sudah melorot dalam tahun-tahun terakhir ini bertambah runyam," jelasnya.

Berdasarkan data yang dikantonginya, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Januari 2020 mencapai 1,27 juta kunjungan. Dibandingkan dengan Desember 2019, penurunannya mencapai 7,62 persen.

"Untuk Februari dan Maret 2020, sejak pecahnya wabah virus corona mulai banyak hotel yang akan merumahkan karyawannya," jelas Iwantono yang juga Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). kbc10

Bagikan artikel ini: