Permintaan melonjak, harga bahan baku jamu melambung 50 persen

Jum'at, 13 Maret 2020 | 10:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dalam beberapa pekan terakhir harga bahan baku jamu atau yang biasa disebut empon-empon seperti jahe dan temulawak sudah meroket hingga 50% dibandingkan dengan harga biasanya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu) Dwi Ranny Pertiwi menyatakan, melonjaknya harga bahan baku tersebut didapat dari kalangan pengepul. "Mereka mengakui adanya tiga kali lipat permintaan dibandingkan hari biasa. Tentu sesuai dengan hukum pasar harga ikut naik untuk bahan baku yang lagi booming sekarang ini," kata dia, Kamis (12/3/2020).

Ranny mengungkapkan, bahan baku jamu yang paling banyak diserbu masyarakat di antaranya jahe merah, temulawak, kunyit, kayu secang dan lainnya. Adapun naiknya pamor sejumlah tanaman rempah ini karena banyak media yang menginformasikan perihal resep jamu untuk daya tahan tubuh di tengah penyebaran virus Covid-19.

Di sisi lain, Ranny juga melihat permintaan rempah-rempah ini tidak hanya dari masyarakat saja, tetapi juga kalangan industri. Lewat data Peta Perjamuan, Ranny menyatakan 95% bahan baku jamu dari Indonesia.

Adapun karena adanya peningkatan permintaan berskala besar, harga jadi melonjak.

Ranny mengungkapkan, saat ini ada temuan bahwa India sudah mulai mengajukan permintaan bahan baku jamu. "Hal ini tidak biasa dan sejauh ini kami masih mencari kebenarannya," kata dia.

Untuk itu, GP Jamu berharap  BPOM dan pemerintah harus membatasi ekspor bahan mentah jamu dan rempah-rempah supaya persediaan bahan baku jamu tidak habis. kbc10

Bagikan artikel ini: