Jaga stok pangan, pemerintah diminta pangkas birokrasi impor

Jum'at, 13 Maret 2020 | 10:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah diminta untuk menyederhanakan izin impor terhadap komoditas strategis yang dibutuhkan masyarakat. Hal ini untuk menjaga stok khususnya bahan pangan nasional.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Roesan P Roeslani mengatakan, impor memang perlu dilakukan jika komoditas yang dibutuhkan masyarakat mengalami kelangkaan di pasar.

Namun kadang, seringkali keterlambatan kedatangan komoditas yang dibutuhkan justru membuat masyarakat semakin gundah. Hal itu disebabkan oleh administrasi dan birokrasi yang belum maksimal.

"Ini klasik sih, masalah bombay, gula ini kan izin, administrasi yang mohon maaf agak telat. Koordinasinya harus ditingkatkan," kata Rosan di Pasar Kramat Jati, Jakarta Pusat, Kamis (12/03/2020).

Lebih lanjut, Rosan mengatakan, stok pangan untuk Ramadan dan lebaran dapat dikatakan aman. Untuk impor, seharusnya pemerintah dapat menyesuaikan waktunya saja.

"Ini kan masalah logika yang makes sense saja. Kapan pas butuh, impornya jangan telat, nanti ada kelangkaan. Dan pas sudah ada, jangan impor, nanti stoknya melimpah," kata Rosan.

Pun, koordinasi antara kementerian harus ditingkatkan. Jangan sampai ada miskomunikasi yang hanya akan memperlambat impor komoditas yang diperlukan. kbc10

Bagikan artikel ini: