300 UMKM Jatim ikuti asesmen untuk program Indonesia Hub di Belgia

Sabtu, 14 Maret 2020 | 22:18 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebanyak 300 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari seluruh Jawa Timur antusias mengikuti asesmen atau penilaian komprehensif dalam forum "Kurasi UMKM Jatim dalam rangka program Indonesia Hub di Antwerp Belgia" di Graha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur.

Program yang digagas oleh Kadin Indonesia ini akan dilaksanakan setahun penuh dari  Juni 2020 hingga Juni 2021 dengan menyewa gedung di Belgia. 

"Ada 35 UMKM dari seluruh Indonesia yang akan kami bawa ke Belgia untuk melakukan pameran dari Juni 2020 hingga Juni 2021. Nah, di Jatim ini kami berharap ada banyak UMKM  yang lulus dan ikut pameran. Pameran ini jauh lebih lama dibanding tahun lalu yang hanya 4 bulan dengan jumlah peserta sekitar 22 UMKM," kata Ketua Komite Bilateral untuk Negara Benelux Kadin Indonesia, Irwan M. Habsjah di Graha Kadin Jatim, Jumat (13/3/2020) malam.

Penilaian ini dilakukan oleh tiga tim dari Kadin Indonesia. Mereka akan  menilai UMKM mana saja yang layak dibawa ke Belgia. Beberapa poin yang menjadi acuan dalam penilaian diantaranya adalah produk sudah memenuhi persyaratan perijinan, BPOM, proses produksi dan lain sebagainya. 

"Program ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja ekspor UMKM ke Belgia. Karena sejauh ini, ekspor ke Belgia hanya dilakukan oleh perusahaan garmen dan alas kaki besar, sementara UMKM belum ada yang melakukan ekspor ke sana. Selain itu kami juga mengenalkan pariwisata Indonesia," tambah Irwan.

Beberapa produk UMKM yang dinilai sangat potensial untuk diekspor ke Belgia adalah produk fashion, kosmetik, kopi serta makanan ringan seperti keripik. "Sebenarnya produk UMKM kita sudah bagus, yang harus ditingkatkan adalah kuantitas dan kontinuitas produksi serta kualitasnya," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Jaringan Usaha Antar Daerah, Diar Kusuma Putra menyambut baik dan mendukung sepenuhnya program ini, karena program ini yang akan mengangkat produk-produk UMKM Jawa Timur untuk memasuki pasar internasional. Proses kurasi ini akan menilai baik dari segi legalitas produk, kualitas, kandungan, kapasitas produksi dan kemasan produk. 

 

"Program kurasi seperti ini, tujuan utamanya untuk seleksi kesiapan UMKM Jatim memasuki pasar Belgia dan tentunya juga memberikan gambaran, wawasan dan mungkin membantu menyiapkan agar produk UMKM dapat memenuhi  standar pasar Eropa pada umumnya," kata Diar.  

 

Langkah ini dianggap sangat tepat karena pada bulan Januari lalu, pemerintah Indonesia juga telah menandatangani perjanjian ekonomi komprehensif dengan EFTA (European free trade association). EFTA adalah gabungan 4 negara eropa, yaitu Swiss, Liechtenstein, Norwegia dan Islandia. 

"Pemerintah berharap perjanjian dagang yang telah dibuat dapat kita manfaatkan bersama secara maximal. Oleh karena itu kita perlu komunikasi, koordinasi yg lebih intens, saling belajar dalam rangka meningkatkan kualitas produk agar produk kita dapat menembus pasar Uni eropa. Dan Kadin Jatim sangat berharap akan banyak produk-produk UMKM Jawa Timur yang bisa masuk program Indonesia Hub di Belgia kali ini," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: