Seminar Digitalk di ITS, Risma: Kini warga Surabaya dapat bersaing di era digital secara global

Minggu, 15 Maret 2020 | 09:07 WIB ET

SURABAYA - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ITS menggelar seminar Digitalk bertemakan Pasar Digital Lokal Raih Peluang Global untuk mendorong pertumbuhan e-commerce di Indonesia di Gedung Research Centre ITS lantai 11, Jumat (13/3/2020).

Dihadiri Tri Rismaharini Walikota Surabaya, Septriana Tangkary Direktur IKPM Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) serta ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan UMKM sejak pukul 08.30 WIB.

Dalam sambutannya Tri Rismaharini mengatakan, masyarakat Surabaya kini diharuskan dapat bersaing di era digital secara global.

"Kini Surabaya dapat bersaing dengan Madura, Kediri, Malang, bahkan Kuala lumpur ataupun Singapura karena terhubung dengan teknologi," kata perempuan alumnus ITS tersebut.

"Masyarakat mau tidak mau harus tau dan mengerti dunia digital, karena saat memasuki dunia usaha dengan menggunakan teknologi maka semua dapat diakses informasi," imbuhnya.

Risma menambahkan, sebagai pengusaha yang pertama harus dimiliki ialah hak paten dan merek.

"Jika tidak mempunyai maka akan dicuri oleh orang yang mempunyai hak paten dan merk, apalagi era ini membuka peluang untuk dapat mengakses usaha lebih merdeka dan transparan," tutup Risma.

Sebelum meninggalkan lokasi Risma memberi handsenetaizer dan mengecek suhu tubuh peserta sebagai tindakan preventif agar terlindungi dari virus corona.

Sementara itu, Direktur IKPM Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo), Septriana Tangkary mengatakan, masyarakat memiliki kesempatan yang cukup besar untuk memasarkan semua produk UMKM seperti kuliner, batik, kerjinan yang lahir baik diprovinsi maupun kabupaten ke pasar internasional.

"Kami ingin mengajak seluruh masyarakat penggerak seperti UMKM yang ada untuk menggerakkan agar dapat berjualan di pasar internasional," kata Septriana.

"Kini mencapai 9,4 juta UMKM sudah mulai menjual online atau jualan melalui market place," imbuhnya.

Septriana berharap, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan, Ekonomi di Indonesia tidak akan hancur.

"Orang Indonesia sangat bersemangat serta mempunyai 60 juta UMKM yang siap melayani masyarakat," tutup Septriana.

Tak hanya itu, Kegiatan seminar tersebut mendapat tanggapan dari salah satu Mahasiswa yang hasir

"Sebagai mahasiswa kami dapat berkolaborasi dengan UMKM yang sudah ada, membantu mendigitalkan bisnis mereka," kata Iqbal mahasiswa Sistem Informasi ITS.

"Saya berharap UMKM dapat mendigitalkan bisnisnya diseluruh Indonesia agar maju dan bersaing," pungkasnya.

Bagikan artikel ini: