Tunda kegiatan organisasi, Kadin Surabaya imbau pelaku usaha tak panik

Minggu, 15 Maret 2020 | 11:44 WIB ET
Ketua Kadin Surabaya, M. Ali Affandi
Ketua Kadin Surabaya, M. Ali Affandi

SURABAYA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya memutuskan untuk menunda seluruh kegiatan organisasi berkaitan dengan penyebaran Covid-19 atau virus corona di Tanah Air dan berbagai negara di dunia. 

”Sampai saat ini Surabaya tidak ditetapkan sebagai daerah yang terjangkit Covid-19, Namun, kami mempertimbangkan keselamatan bersama dan untuk mencegah penyebaran Covid-19, kami memutuskan untuk menunda segala kegiatan Kadin yang melibatkan masyarakat umum sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ujar Ketua Kadin Surabaya M. Ali Affandi kepada media, Minggu (15/3/2020).

Andi, sapaan akrab Ali Affandi, mencontohkan kegiatan seminar dan konsultasi perpajakan yang akan digelar pada Rabu (18/3/2020) yang diputuskan untuk ditunda. Padahal, kegiatan tersebut telah dinantikan banyak pelaku usaha, khususnya yang berskala kecil-menengah.

”Kan batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh orang pribadi berakhir 31 Maret, sedangkan yang PPh badan usaha paling lambat 30 April. Jadi banyak pelaku usaha skala kecil-menengah yang sudah menantikan acara Kadin Surabaya ini. Tapi terpaksa kami tunda. Sebagai gantinya, konsultasi perpajakan tetap bisa dilakukan secara online dengan pengurus terkait,” ujar Andi.

Andi juga mengimbau agar masyarakat tidak panik dalam menghadapi penyebaran virus corona. Kadin Surabaya percaya bahwa pemerintah telah, sedang, dan akan terus melakukan upaya terbaik dalam menghadapi Covid-19. 

”Kewaspadaan atas wabah ini harus kita tingkatkan. Prinsipnya memang sederhana. Jangan panik tapi jangan pula menganggap enteng, jangan meremehkan. Mari kita sama-sama meningkatkan kewaspadaan sebagai wujud tanggung jawab kita atas keselamatan seluruh warga Surabaya,” ujarnya.

”Jaga kesehatan. Konsumsi makanan-minuman bergizi dan bervitamin. Olahraga teratur. Istirahat yang cukup. Dan mari saling mendoakan agar situasi sulit ini bisa kita lalui bersama-sama dengan baik,” imbuh Andi. 

Dalam kesempatan tersebut, Andi juga mengimbau kepada para pelaku usaha di Surabaya untuk tidak panik berlebihan. Aktivitas bisnis bisa tetap dilakukan secara normal dengan tetap waspada dan menjaga perilaku hidup sehat. Kebersihan lingkungan kerja juga harus dipastikan agar pengusaha dan karyawan terhindar dari penyakit.

”Kadin Surabaya juga berpesan, jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan dalam situasi ini, seperti mengambil untung yang tidak rasional untuk sejumlah komoditas dan barang yang diperlukan masyarakat,” jelasnya.

Andi mengatakan, justru dalam situasi seperti saat ini, pelaku usaha harus menunjukkan rasa solidaritasnya dengan turut menjaga perekonomian. ”Mari jaga ekonomi kita. Tetap gerakkan perekonomian. Tetap berbisnis. Tetap buka toko. Yang punya rencana tambah cabang, misalnya, ya tetap tambah cabang. Semuanya diiringi dengan kewaspadaan terkait keselamatan kita semua, namun tetap tidak boleh panik,” pungkasnya.

Bagikan artikel ini: