BTN beri sinyal pangkas bunga kredit

Senin, 16 Maret 2020 | 08:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan perbankan mencatat ada penurunan tingkat bunga dana, sejalan dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Artinya, tingkat biaya dana atau cost of fund (CoF) perbankan pun semestinya sudah mulai menurun. 

Selain menjadi acuan bunga dana, bunga acuan BI atau 7-day reverse repo rate (BI-7DRR) juga menjadi patokan bank dalam menentukan tingkat suku bunga kredit, termasuk bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Pahala Mansyuri mengungkapkan saat ini memang sudah terjadi penurunan pada tingkat bunga dana perseroan. 

Menurut catatan perseroan, dalam periode Januari - Februari, bunga dana sudah turun 20 basis poin (bps). 

"Dengan hal tersebut kita harap nantinya bisa dimungkinkan untuk penyesuaian bunga kredit, akan kita lihat," kata Pahala di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, transmisi penurunan memang sudah terasa ke perseroan. Pahala menyebut suku bunga dana di pasar sudah turun sebesar 120 bps. 

"Kita baru turun sekitar 20 bps, masih bisa turun. Kalau biaya dana ini turun, mungkin kita bisa melakukan penyesuaian di bunga KPR ini," jelasnya.

Mengutip laman resmi BTN, suku bunga dasar kredit (SBDK) berdasarkan segmen bisnis bunga KPR BTN tercatat 10,75%.

SBDK biasanya digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh bank kepada nasabah. 

SBDK ini belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur. 

Dengan demikian, besarnya bunga kredit yang dikenakan ke debitur belum tentu sama dengan SBDK. kbc10

Bagikan artikel ini: