Transaksi lindung nilai di BNI kini semakin mudah

Senin, 16 Maret 2020 | 16:34 WIB ET

SURABAYA - Di tengah kondisi pasar usaha saat ini yang penuh ketidakpastian akibat imbas ekonomi global, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menawarkan kemudahan untuk transaksi lindung nilai (hedging) bagi nasabah .

"Hedging adalah cara atau teknik untuk mengurangi risiko yang timbul maupun yang diperkirakan akan timbul akibat adanya fluktuasi harga di pasar keuangan," jelas M Gunawan Putra, Head Of Regional BNI Kantor Wilayah Surabaya, Senin (16/3/2020).

Kalau sebelumnya nasabah yang akan melakukan transaksi hedging, terlebih dahulu harus memiliki fasilitas treasury line atau menyerahkan jaminan berupa marginal deposit yang diblokir dan diikat gadai sebesar 100 persen dari nilai transaksi, sekarang nasabah cukup menyiapkan marginal deposit sebesar sebesar 1.2 x FKK x nominal transaksi. 

FKK (Faktor Konversi Kredit) merupakan angka prosentase yang menunjukkan besarnya risiko kredit yang timbul akibat transaksi forex atau derivatif untuk jangka waktu tertentu.

Selain itu, khusus bagi nasabah yang selama ini sudah rutin melakukan transaksi forex dan hedging dengan BNI bisa mendapatkan keringanan besarnya marginal deposit yang harus diserahkan.

"Dengan adanya kemudahan ini, kami yakin akan terus menjadi pilihan utama nasabah yang akan melakukan transaksi forex dan hedging," ungkap Gunawan. 

Apalagi saat ini juga telah tersedia layanan aplikasi BNI Digihedge yang dapat diakses melalui situs BNI. 

Layanan ini adalah tool yang memudahkan nasabah untuk dapat mengetahui profil risiko keuangannya melalui hedging.

Gunawan menyebutkan, BNI juga memberikan berbagai alternatif solusi. Mulai dari transaksi yang sederhana seperti forex Tom, Spot dan Forward sampai transaksi derivatif yang rumit seperti Interest Rate Swap (IRS), Cross Currency Swap (CCS), Call Spread Option (CSO) dan jenis transaksi lainnya.

Volume transaksi forex dan lindung nilai BNI pada tahun 2019 meningkat sebesar 5,77 persen dibanding dengan volume transaksi tahun 2018 dengan total nilai transaksi mencapai 38,72 miliar dolar  Amerika Serikat (AS). 

"Dengan adanya kemudahan ini, kami yakin akan terus menjadi pilihan utama nasabah yang akan melakukan transaksi forex dan transaksi lindung nilai (hedging)," ungkap Gunawan. 

"Disinilah keberadaan Treasury Regional Area/TRA Surabaya menjadi makin penting untuk menggarap potensi transaksi solusi lindung nilai (hedging) yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan nasabah," lanjut Gunawan.

Selain itu, Yudhi Zufrial Deputi General Manager Divisi Treasury BNI ikut memastikan bahwa transaksi solusi Lindung Nilai didukung oleh treasury dealer yang profesional dan berpengalaman. 

"Layanan Treasury Regional Area/TRA Surabaya ini juga ditunjang sederet sarana teknologi informasi yang canggih yang dapat menyediakan informasi dari pasar keuangan secara real time dan tarif yang bersaing," ungkap Yudhi Zufrial. kbc9

Bagikan artikel ini: