Terdampak corona, risiko krisis ekonomi RI diprediksi lebih parah ketimbang 2008

Senin, 16 Maret 2020 | 18:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia dinilai rentan terhadap krisis ekonomi akibat merebaknya virus corona atau COVID-19 di Indonesia yang berdampak terhadap perekonomian.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memaparkan lima faktor alasan Indonesia rentan masuk dalam krisis ekonomi. Pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan yang cukup tajam, yang diperkirakan hanya 4,5-4,8 persen di tahun 2020.

"Bahkan Tahun 2008 pada saat krisis subprime mortgage di AS, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 6,1 persen. Baru setelahnya turun tajam ke 4,5 persen. Jadi kondisi saat ini jauh lebih berisiko dibandingkan krisis tahun 2008," kata Bhima seperti dikutip, Senin (16/3/2020).

Kedua, terkait aliran modal keluar sepanjang enam bulan terakhir, tercatat investor asing melakukan aksi jual sebesar Rp16 triliun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 24 persen di periode yang sama. Sementara itu kurs rupiah melemah 5,41 persen dalam 6 bulan terakhir sebagai akibat dari keluarnya dana asing.

Selanjutnya, ketiga, Indonesia makin rentan terpapar kepanikan pasar keuangan global. Menurut Asian Development Bank (ADB), sebanyak 38,5 persen surat utang pemerintah Indonesia dipegang oleh investor asing. Lebih tinggi dari negara Asia lainnya. Jika terjadi aksi jual secara serentak tentunya ini berisiko tinggi terhadap krisis ekonomi.

Keempat, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) cenderung melebar, dengan tax ratio dibawah 10 persen. Penerimaan pajak yang rendah menjadi indikator sektor lapangan usaha dan konsumsi rumah tangga sedang lesu

"PHK terjadi dihampir semua sektor mulai dari industri manufaktur, pariwisata, perbankan, dan startup. Akibat virus corona, perang dagang, dan rendahnya harga komoditas memicu perusahaan melakukan efisiensi karyawan besar-besaran. PHK akan melemahkan daya beli masyarakat," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: