Beri kenyamanan nasabah, ini upaya bankjatim cegah penyebaran virus corona

Rabu, 18 Maret 2020 | 17:13 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kian meluasnya penyebaran virus corona (Covid-19) secara global termasuk Indonesia ikut memberi dampak ke sejumlah sektor, termasuk industri perbankan.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) juga ikut berpartisipasi dalam pencegahan penyebaran virus corona di lingkungan perusahaan. Hal ini guna menindaklanjuti imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar industri jasa keuangan turut serta menjaga pencegahan penyebaran virus corona. 

Corporate Secretary bankjatim, Glemboh Priambodo menuturkan, di lingkungan internal karyawan bankjatim, beberapa antisipasi telah dilakukan, seperti menyiapkan hand sanitizer/tisu basah pada beberapa titik di setiap unit kerja karyawan.

Selain itu bagi teller bankjatim diwajibkan menggunakan sarung tangan khusus selama jam operasional sehingga menghadirkan kenyamanan bagi nasabah yang melakukan transaksi di kantor cabang bankjatim.

"Bagi tamu atau nasabah yang berkunjung ke bankjatim, disediakan hand sanitizer dan dilakukan pengecekan suhu tubuh sebelum masuk wilayah perkantoran bankjatim," ulasnya, Rabu (18/3/2020).

Beberapa langkah antisipasi tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan serta kesehatan nasabah dan karyawan salah satu BUMD Provinsi Jawa Timur ini di tengah wabah corona yang mengancam belakangan ini.

Glemboh juga mengimbau, guna mendukung pencegahan penyebaran virus corona, bagi nasabah atau masyarakat bisa memanfaatkan layanan e-channel bankjatim untuk melakukan transaksi perbankan, melalui fasilitas mobile banking, sms banking dan internet banking. "Dengan layanan itu, nasabah dapat dengan mudah melakukan transaksi perbankan atau pembayaran dengan cepat, mudah, dan aman," ujarnya.

Kinerja positif di awal tahun

Sementara itu meski di tengah ancaman mewabahnya virus corona, namun tak berdampak signifikan terhadap kinerja bankjatim secara keseluruhan. Per Februari 2020 bankjatim menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (Year on Year/YoY).

Berdasarkan laporan kinerja Februari 2020, aset bankjatim tercatat Rp 71,19 triliun atau tumbuh 18,33%, laba bersih bankjatim tercatat Rp 290,83 miliar atau tumbuh 6,35% (YoY). 

Selama Februari 2020, Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim mencatatkan pertumbuhan 20,89% (YoY) yaitu sebesar Rp 59,30 triliun. Pertumbuhan dana pihak ketiga yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada bankjatim meningkat.

Pertumbuhan DPK tersebut didominasi oleh pertumbuhan giro 15,79% atau tercatat Rp 22,17 triliun, diikuti oleh pertumbuhan tabungan sebesar 16,39% atau tercatat Rp 18,78 triliun dan pertumbuhan deposito sebesar 33,25% atau tercatat Rp 18,35 triliun. Dari komposisi tersebut, terlihat kemampuan bankjatim dalam menghimpun dana murah cukup baik. 

Dari sisi pembiayaan, kali ini bankjatim mampu mencatatkan pertumbuhan kredit 14,01% (YoY) atau sebesar Rp 38,12 triliun. Komposisi rasio keuangan bankjatim periode Februari 2020 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 21,63%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,01%, dan Return On Asset (ROA) 3,21%. Sedangkan Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 64,51%. kbc7

Bagikan artikel ini: