Antisipasi corona, petugas Pertamina gunakan APD saat pengisian Avtur

Rabu, 18 Maret 2020 | 21:13 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) V – Jatimbalinus memastikan para personilnya selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan standar kesehatan yang telah ditetapkan, khususnya untuk pekerjaan yang berisiko terpapar penyebaran virus Corona, salah satunya saat melakukan pengisian Avtur di Bandara Juanda. 

Langkah ini dilakukan semenjak ditetapkan status Corona Virus Disease (COVID-19) menjadi Pandemi oleh World Health Organization (WHO) dan Bencana Nasional Non-Alam oleh Pemerintah. 

"Pertamina tetap menjalankan proses bisnisnya dalam memenuhi kebutuhan energi salah satunya dari sektor penerbangan. Namun kami juga tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan petugas kami," ujar Rustam Aji, Unit Manager Communication & CSR MOR V – Jatimbalinus, Rabu (18/3/2020).

Di sektor layanan bahan bakar penerbangan, Pertamina melalui unit operasinya Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Juanda juga telah mengantisipasi hal tersebut, selain menyediakan APD standard seperti coverall atau safety vest, sarung tangan, sepatu safety, serta earmuff bagi kru operasional refueling pesawat. 

“Semenjak munculnya kasus Virus Corona, Pertamina telah menyiagakan para personil di lapangan yang memiliki risiko lebih tinggi akan virus ini dengan menyiapkan APD tambahan seperti halnya di DPPU Juanda, untuk pelayanan penerbangan domestic maupun Internasional,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan di beberapa media, Selasa (17/3/2020), satu penumpang dievakuasi dari penerbangan Cathay Pacific dari Hongkong menuju ke Bandara Internasional Juanda karena memiliki gejala COVID-19. “Menyikapi hal ini, Pertamina tegas menginstruksikan personil refueling pesawat yang melakukan pengisian Avtur ke pesawat tersebut untuk menggunakan APD sesuai yang disyaratkan,” ujar Rustam. 

Adapun APD yang diberikan kepada personil refueling ini lebih khusus, yakni Hazardous Materials Suit (Hazmat), masker, sarung tangan, earmuff, serta sepatu safety guna meminimalisir terpapar oleh Virus COVID-19. Selain itu, akan dilakukan penyemprotan disinfectan untuk refueller yang digunakan. Pesawat tersebut berangkat kembali ke Hongkong pada pukul 09.50 WIB hari Rabu (18/3/2020) ini dan melakukan pengisian Avtur sekitar 1.200 liter.

Di luar penerbangan Cathay Pacific tersebut, Rustam menegaskan bahwa Pertamina selalu mengedepankan aspek HSSE (Health, Safety, Security, dan Environment) dalam menjalankan operasi bisnisnya dari hulu hingga ke hilir. Setiap harinya, para pekerja yang bekerja di area operasi harus selalu menggunakan APD sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dalam menyalurkan energi kepada konsumen-konsumen dari Pertamina.

Sebagai BUMN yang berperan strategis untuk melayani energi, Pertamina tetap fokus dan memastikan proses penyediaan energi mulai dari fungsi hulu migas, kilang, distribusi hingga pemasaran tetap berjalan baik. Sehingga ketersediaan dan penyaluran energi di seluruh tanah air juga berjalan dengan lancar. kbc6

Bagikan artikel ini: