Antisipasi corona, SPIL giatkan booking online hingga tambah frekuensi sanitasi

Jum'at, 20 Maret 2020 | 00:01 WIB ET

SURABAYA - Menyikapi kondisi terkini terkait penyebaran virus korona (COVID-19), PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) mengikuti himbauan dari pemerintah untuk melakukan beberapa langkah pencegahan di dalam kegiatan operasionalnya.

“Saat ini kami tetap berusaha untuk melakukan kegiatan operasional dengan normal, dan mendukung upaya pencegahan penyebaran virus corona. Salah satu diantaranya dengan menambah frekuensi sanitasi dan desinfektasi di beberapa kantor dan depo kontainer,” ujar GM Commercial PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), Jimmy Liesensia, di Surabaya, Kamis (19/3).

SPIL melakukan tindakan pencegahan terutama pada operasional, baik saat loading pengambilan barang hingga proses pengantaran barang. Area depo kontainer untuk pekerjaan stuffing (pengisian barang) maupun stripping (pengeluaran barang) juga dipastikan kebersihannya. Termasuk memasang beberapa hand sanitizer, serta melakukan desinfektasi untuk mencegah proses penularan corona.

Tidak hanya pencegahan pada bagian operasional, karyawan dan tamu yang akan memasuki kantor, juga rutin dicek dengan menggunakan gun thermal agar dapat mengetahui suhu tubuh karyawan. Karyawan yang merasa kurang sehat pun disarankan untuk tidak memaksakan diri bekerja, harus istirahat di rumah dan memeriksakan kondisi tubuhnya ke rumah sakit rujukan.

Dan untuk meminimalisir resiko penularan, SPIL menghimbau kepada semua pelanggannya untuk menggunakan aplikasi mySPIL dalam setiap proses  logistik. Mendasarkan pada kualitas dan integrasi solusi pelayanan kepada pelanggan, SPIL telah mengembangkan program aplikasi mySPIL sejak tahun 2016 lalu. Dimana saat itu merupakan aplikasi pertama dalam industri logistik di tanah air. 

Pelanggan tidak hanya bisa membuat booking, e-SI, e-BL dan melakukan pembayaran melalui virtual account saja. Namun juga bisa melihat posisi barang yang dikirim melalui aplikasi tersebut.

Fokus utama dari penerapan teknologi digital ini  untuk meningkatkan layanan pengangkutan kepada pelanggan, baik untuk angkutan pelayaran laut (shipping), maupun darat (trucking). Dan pengguna mySPIL, setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan. Tercatat hingga akhir tahun 2019, persentase pengguna mySPIL telah melebihi angka 80%.

”Tentunya penggunaan aplikasi ini akan mempermudah aktivitas pekerjaan logistik, dimana para pelanggan tidak perlu risau akan operasional bisnisnya. Termasuk juga harus repot-repot antri, di tengah himbauan untuk social distancing dan limited work from home,” ungkap Jimmy.

Dihubungi terpisah, Ketua Persatuan Pengusaha Pelayaran Nasional Indonesia kota Surabaya atau yang lebih dikenal dengan INSA (Indonesian National Shipowners Association), Stenvens H. Lesawengen menyampaikan, bahwa saat ini pengiriman barang melalui transportasi pelayaran mengalami penurunan dan kemungkinan kondisi ini masih berlangsung hingga akhir lebaran. 

“Kita berharap semuanya cepat pulih, dan disiplin mengikuti standar prosedur yang sudah diatur oleh pemerintah, agar penyebaran virus ini bisa diminimalisir,” kata Stenvens, sambil mencontohkan penanganan dan upaya pemulihan yang dilakukan Cina dalam menangani virus Corona.

Bagikan artikel ini: