Kecuali dari dan ke China, penerbangan internasional masih normal

Jum'at, 20 Maret 2020 | 10:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski wabah virus corona (Covid-19) telah meluas secara global, namun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan tidak ada penutupan penerbangan ke sejumlah negara, kecuali dari dan ke China atau Mainland China yang telah dimulai sejak 5 Maret 2020 lalu.

"Dipastikan tidak ada kebijakan penutupan sementara penerbangan internasional, kecuali dari dan ke China," kata Direktur Jendral Perhubungan Udara, Novie Riyanto melalui keterangan tertulis, Kamis (19/3/2020).

Ini sekaligus meluruskan pemberitaan yang beredar bahwa penerbangan selain dari dan ke China, akan ditutup menyusul pengumuman oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terkait Kebijakan Pembatasan Lalu Lintas Orang sehubungan dengan pandemi Covid-19 yang akan diterapkan mulai Jumat (20/3).

Sehubungan dengan kebijakan tersebut, penumpang yang datang dengan menggunakan penerbangan internasional wajib mengisi formulir Health Alert Card (HAC).

Bagi para penumpang yang dalam empat belas hari memiliki riwayat mengunjungi negara China, Iran, Italia, Korea Selatan untuk kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbuk-do, Vatikan, Spanyol, Prancis, Jerman, Swiss dan Inggris akan ditolak masuk ke Indonesia.

Sedangkan bagi warga negara Indonesia yang memiliki riwayat kunjungan ke negara-negara tersebut akan dilakukan pemeriksaan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Novie yang juga Ketua Komite Fasilitasi Nasional (FAL) Udara memastikan pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait beserta anggota FAL lainnya untuk memastikan agar kebijakan pemerintah berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur.

"Kami bersama dengan Kementerian/Lembaga dan stakeholder penerbangan yang bergabung dalam Komite FAL akan terus bekerja keras untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui jalur transportasi udara," pungkas Dirjen Novie. kbc10

Bagikan artikel ini: