Mulai hari ini, pemerintah tangguhkan bebas visa kunjungan hingga sebulan

Jum'at, 20 Maret 2020 | 10:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memutuskan untuk membatasi perlintasan orang ke Indonesia, dengan menangguhkan kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) ke Indonesia selama 1 bulan ke depan.

Kebijakan yang mulai diterapkan pada Jumat (20/3/2020) hari ini pukul 00:00 WIB itu seiring dengan kian meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19.

Tak hanya bebas visa kunjungan, kebijakan penangguhan ini juga dilakukan untuk Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa on Arrival) dan Bebas Visa Diplomatik/Dinas juga ditangguhkan selama 1 bulan.

"Dengan demikian, bagi warga negara asing yang akan melakukan kunjungan ke Indonesia, harus lebih dahulu mengajukan permohonan visa ke kedutaan besar kita di  negara setempat dengan melengkapi berbagai dokumen yang diharuskan, termasuk di antaranya dokumen kesehatan," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri ( Kemenlu) Teuku Faizasyah, Kamis (19/3/2020).

Selain penangguhan bebas visa, pemerintah juga memberikan aturan tambahan kepada beberapa negara. Kebijakan tersebut tidak mengizinkan pendatang/traveler dari atau yang dalam 14 hari berkunjung ke RRT, Korea Selatan (Daegu dan Propinsi Gyeongsangbuk-do), Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Perancis, Jerman, Swiss dan Inggris tidak diizinkan masuk atau transit ke Indonesia.

Kemenlu juga mewajibkan seluruh pendatang/traveler untuk mengisi dan menyerahkan health alert card saat mereka tiba di bandara, dan saat petugas kesehatan menemukan bahwa dalam 14 hari mereka ke 10 negara tersebut, maka yang bersangkutan dapat ditolak masuk ke Indonesia.

Sementara, WNI yang juga berkunjung ke negara tersebut akan menghadapi pemeriksaan tambahan. Bila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan gejala awal Covid-19, maka akan dilakukan observasi yang difasilitasi pemerintah selama 14 hari.

"Tetapi bila tidak ditemukan gejala awal terjangkit Covid-19 . disarankan untuk melakukan karantina secara mandiri," kata Teuku. kbc10

Bagikan artikel ini: