Garuda Indonesia tetap layani penerbangan ke Australia dan Belanda

Jum'at, 20 Maret 2020 | 17:44 WIB ET

JAKARTA - Maskapai nasional Garuda Indonesia memastikan bahwa layanan penerbangan dari dan menuju Australia serta Belanda tetap beroperasi, walaupun ada restriksi pergerakan warga negara asing ke dua negara terkait akibat pandemi virus corona.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, keberlanjutan pengoperasian layanan penerbangan dari dan menuju Australia serta Belanda tersebut merupakan bentuk dukungan Garuda Indonesia untuk memfasilitasi pergerakan warga negara Indonesia yang akan kembali ke Indonesia dari kedua negara tersebut, maupun warga negara Belanda dan Australia yang akan kembali ke negaranya masing-masing dari Indonesia.

"Pengoperasian penerbangan tersebut tentunya kami lakukan dengan menyesuaikan demand maupun kebutuhan yang ada. Frekuensi penerbangan kedua negara tersebut akan kami sesuaikan dengan kebutuhan traffic pergerakan penumpang," ujar Irfan dalam keterangannya, Jumat (20/3/2020).

Di tengah situasi yang penuh tantangan ini, tambah Irfan, Garuda Indonesia memastikan komitmen keselamatan akan terus diperkuat termasuk penanganan upaya preventif pencegahan penyebaran virus corona pada lini operasional.

"Kami terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dalam memastikan prosedur penanganan pandemi ini dapat terimplementasikan dengan baik," papar Irfan.

Saat ini Garuda Indonesia melayani penerbangan dari dan menuju Belanda melalui rute Jakarta - Amsterdam pergi pulang (pp) Sedangkan untuk Australia, Garuda Indonesia melayani rute penerbangan Jakarta - Sydney pp, Denpasar - Sydney pp, Jakarta - Melbourne pp, Denpasar - Melbourne pp, Jakarta - Perth pp, dan Denpasar - Perth pp.

Anak usaha Garuda Indonesia yang bergerak di segmen low cost carrier Citilink Indonesia turut melayani rute penerbangan Denpasar - Perth pp.

"Pada kesempatan ini kami turut mengimbau pengguna jasa untuk melakukan pengecekan berkala atas jadwal penerbangan yang dituju termasuk bagi calon penumpang yang ingin melakukan perubahan jadwal dan reroute rencana penerbangan. Kami turut menerapkan kebijakan yang fleksibel atas kebutuhan perubahan rencana penerbangan tersebut," tutur Irfan. kbc3

Bagikan artikel ini: