India lockdown 75 distrik, ratusan juta penduduk berdiam diri di rumah

Selasa, 24 Maret 2020 | 13:38 WIB ET
(AFP)
(AFP)

NEW DELHI - India memutuskan untuk melakukan karantina wilayah atau lockdown. Sebanyak Ratusan juta penduduk India diwajibkan berdiam diri di rumah.

Karantina wilayah diberlakukan di 75 distrik, termasuk kota-kota besar seperti New Delhi, Mumbai, Bangalore, Chennai, Hyderabad, dan Kalkuta, diikuti pembatasan perjalanan, kerja, dan lalu lintas orang dan barang hingga 31 Maret ke depan.

India telah melaporkan sedikitnya 415 kasus virus corona dan tujuh korban jiwa, menurut data Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga.

Grafik kasus yang tiba-tiba melesat menimbulkan kekhawatiran atas kapasitas negara dalam menangani sebuah wabah besar, dan kemungkinan memburuknya kasus hingga ke skala seperti yang terjadi di Eropa sekarang.

Dr Balram Bhargava, Direktur Jenderal Badan Riset Medis India, mengklaim negara itu telah melakukan 5.000 tes sepanjang satu pekan kemarin, dan total sekitar 15.000 tes hingga sekarang. Pemerintah memiliki 111 laboratorium dengan kemampuan melakukan 60.000 sampai 70.000 tes per pekan, ditambah sekitar 60 laboratorium milik swasta yang sedang menunggu izin untuk bisa meningkatkan kapasitas pengujian, kata Bhargava.

Keputusan menerapkan lockdown di sejumlah wilayah diambil setelah India melakukan simulasi social distancing hari Minggu lalu, di mana 1,3 miliar penduduk diminta melakukan karantina sendiri di rumah selama 14 jam.

Dari pukul 07.00 pagi hingga 21.00, semua kantor dan unit usaha ditutup sepanjang hari itu, warga diminta tetap di rumah, dan jalanan serta pasar di seantero negeri yang biasanya penuh sesak menjadi nyaris kosong. kbc4

Bagikan artikel ini: