Ringankan ekonomi masyarakat akibat corona, YLKI usul tarif listrik diturunkan

Jum'at, 27 Maret 2020 | 15:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Mewabahnya virus corona (Covid-19) memberi dampak terhadap perekonomian Tanah Air. Hal itu turut menurunkan daya beli masyarakat.

Guna meringankan beban masyarakat, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengusulkan tarif listrik diturunkan di tengah wabah virus corona.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi beralasan, wabah ini secara ekonomi sangat berdampak terhadap pendapatan masyarakat, khususnya untuk masyarakat rentan, yang pendapatannya berbasis harian.

"Oleh karena itu, pemerintah harus memikirkan kelompok ini, dan sudah seharusnya pemerintah memberikan kompensasi agar daya beli mereka tidak tergerus," ujar Tulus, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2020).

YLKI mengusulkan agar struktur tarif listrik diturunkan terutama untuk golongan 900 VA. Namun, apabila memungkinkan golongan 1.300 VA juga diturunkan.

"Saat ini struktur tarif berdasar keekonomiannya (non subsidi) berkisar Rp 1.352 per kWh. YLKI mengusulkan agar struktur tarif tersebut diturunkan minimal Rp 100 per kWh, selama 3-6 bulan ke depan, atau bergantung pada lamanya wabah," jelasnya.

Menurutnya, harga minyak mentah di pasaran dunia saat ini sedang turun. Sehingga Tulus menilai momen untuk menurunkan tarif listrik tidak terlalu mengganggu Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik.

"Diharapkan dengan penurunan struktur tarif tersebut, bisa mengurangi beban ekonomi masyarakat rentan yang terdampak akibat wabah virus corona," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: