Pandemi virus corona bikin industri sawit galau

Jum'at, 27 Maret 2020 | 20:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Wabah pandemi virus Corona yang terus meluas tidak dipungkiri akan berimbas terhadap industri sawit nasional sepanjang tahun 2020.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Mukti Sardjono mengatakan situasi politik dan ekonomi dunia akhir-akhir ini berada pada situasi tidak pasti seiring dengan penyebaran virus corona (Covid-19).

"Badan Nasional Penanggulangan Bencana sidaj mengkhawatirkan bahwa cekaman Covid-19 di dalam negeri akan berlangsung sampai Lebaran. Sementara banyak pakar dunia memperkirakan puncak pandemik corona akan terjadi pada sekitar Mei-Juni. Situasi ini dikhawatirkan akan menekan harga minyak nabati, termasuk minyak sawit," kata Mukti di Jakarta ketika dihubungi Jumat (27/3/2020).

Mukti mengatakan pandemik corona yang melanda hampir di seluruh dunia bakal menyebabkan perlambatan kegiatan ekonomi global. Hal ini berakibat pada penurunan konsumsi minyak nabati, terutama minyak nabati yang diimpor.

Di sisi lain, lanjut Mukti harga minyak bumi yang tidak menentu karena ketidaksepakatan antara OPEC dan Rusia akan turut semakin memengaruhi ekonomi global.Selain itu, peralihan musim kemarau 2020 dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan menjadi tantangan yang besar bagi industri sawit nasional.

Mukti mengatakan pembukaan lahan dengan sistem bakar oleh masyarakat harus dapat dihindari, meskipun peraturan perundangan masih memungkinkan untuk pembukaan lahan di bawah dua hektare.

Ia menegaskan, setiap perusahaan perkebunan perlu memperkuat kembali koordinasi dengan instansi terkait dan memeriksa kesiapan sarana dan prasarana pencegahan kebakaran yang dimiliki.

Catatan GAPKI ekspor minyak sawit Indonesia selama bulan Januari 2020 turun untuk seluruh negara tujuan. Misalnya, China turun 381.000 ton (-57%), Uni Eropa turun 188.000 ton (-30%), India turun 141.0000 ton (-22%) dan ke Amerika Serikat turun 129.000 (-64%). kbc11

Bagikan artikel ini: