Antisipasi Covid-19 Pelindo III terapkan physical distancing di terminal penumpang

Minggu, 29 Maret 2020 | 21:02 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III terus konsisten dalam penerapan pencegahan dengan physical distancing sesuai imbauan WHO atau menjaga jarak fisik untuk memastikan agar virus corona (Covid-19) tidak menyebar.

Dengan metode ini diharapkan dapat mengurangi interaksi langsung para calon penumpang kapal yang akan naik atau turun dari kapal melalui terminal penumpang. Kendati begitu, bukan berarti pembatasan tersebut membuat seseorang memutus kontak dengan orang lain secara sosial, hanya diatur jarak dan menghindari saling bersentuhan karena cara ini dipercaya efektif dalam mengurangi penyebaran Covid-19 yang bisa terjadi melalui percikan dari mulut atau hidung saat sedang batuk bersin bahkan berbicara.

Pelindo III mengelola 16 terminal tujuan kapal penumpang menerapkan pembatasan jarak fisik yang aman untuk para calon penumpang dengan memberikan tanda silang “X” di kursi antrian penumpang agar tidak duduk bersebelahan dan menjaga jarak antrian hingga satu meter dengan tanda sticker yang ditempel pada lantai dan disediakan pula hand sanitizer dibeberapa titik untuk para penumpang.

"Beberapa pekan yang lalu, kami telah menerapkan physical distancing di terminal penumpang yang dikelola Pelindo III sesuai anjuran dari WHO dan pemerintah. Tujuan diterapkannya adalah salah satu upaya pencegahan agar covid-19 tidak menyebar," kata VP Corcom Pelindo III, Wilis Aji, di Surabaya, Minggu (29/3/2020).

Saat penumpang akan masuk ke terminal penumpang kami bersama tim dai Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) akan memeriksa suhu badan menggunakan thermal gun atau pengukur suhu badan digital dan penumpang juga akan melewati bilik steril yang telah disiapkan oleh Pelindo III.

"Jika nanti ditemui ada penumpang yang suhu badannya mencapai 38 derajat celcius, maka akan diperiksa lebih lanjut oleh petugas KKP di ruangan khusus yang telah disiapkan didalam terminal penumpang, jika setelah diperiksa oleh dokter dari KKP dan penumpang tersebut memiliki tanda-tanda yang mengarah ke gejala penderita covid-19 maka akan segera dirujuk ke RSUD setempat, dan tidak boleh melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal laut," ujar wilis.

Setiap hari didalam dan diluar terminal penumpang selalu dilakukan pembersihan dengan cairan disinfektan oleh petugas kebersihan. Semua fasum, mulai dari ruang tunggu, toilet, musholla, trolli, pegangan pintu tidak luput dari cairan disinfektan agar steril. Selain itu juga dilakukan penyemprotan disinfektan di seluruh wilayah gedung terminal penumpang dan juga wilayah pelabuhan seminggu hingga dua kali seperti di terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

"Saat ini kami juga sedang merencanakan memasang alat penyemprot disinfektan untuk penumpang yang turun dari kapal dan kendaraan-kendaraan yang akan naik dan turun dari kapal roro sehingga harapannya virus corona tersebut dapat diminimalisir penyebarannya sebelum masuk ke wilayah pelabuhan," tutupnya.kbc6

Bagikan artikel ini: