Covid-19 menghantui, kebutuhan uang tunai Ramadan dan Lebaran diprediksi turun

Senin, 30 Maret 2020 | 08:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di tengah pandemi wabah virus corona (Covid-19), ketersediaan uang tunai untuk masyarakat dipastikan masih terpenuhi hingga Ramadan dan Lebaran 2020, yang biasanya mengalami peningkatan.

Ketersediaan uang tunai semakin mencukupi mengingat adanya imbauan dari pemerintah kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik. Warga diminta melakukan lebih banyak kegiatan di rumah masing-masing.

"(Dampaknya) Kebutuhan uang tunai akan menurun," kata Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rully Setiawan, Minggu (29/3/2020).

Hanya saja, Rully belum bisa memprediksi seberapa penurunan tersebut. Sebab, situasi saat ini menjadi hal baru yang pertama kali dialami Bank Mandiri. Tapi, ia memastikan, pihaknya berupaya memfasilitasi kebutuhan masyarakat, termasuk terkait uang keratas.

Seperti diketahui, wabah Covid-19 menyebabkan aktivitas ekonomi melambat seiring dengan arahan pemerintah untuk melakukan social distancing dan bekerja dari rumah (Work From Home) sejak Maret. Pihak perbankan pun sudah mulai mengurangi jam operasional layanan.

Senada dengan Rully, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah juga menyebutkan, kebutuhan uang tunai kini jauh berkurang dibandingkan tahun lalu. Oleh karena itu, pasokan di perbankan pun masih mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu cemas dengan pasokan uang tunai.  

Dalam menghadapi Ramadhan dan Lebaran, Piter mengatakan, Bank Indonesia (BI) juga sudah mempersiapkan kebutuhan uang tunai. "BI pastinya telah memperhitungkan tingkat kebutuhannya," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: