Gudang Garam kemas pendapatan Rp110,52 triliun sepanjang 2019

Senin, 30 Maret 2020 | 20:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Produsen rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) membukukan pendapatan Rp 110,52 triliun sepanjang 2019. Jumlah ini naik 15,5% dibanding pendapatan 2018 yang sebesar Rp 95,7 triliun. 

Jika dirinci, penjualan GGRM di pasar lokal tumbuh 16,8% year on year (yoy), dari Rp 93,1 triliun pada 2018 menjadi Rp 108,74 triliun pada 2019. Kontribusi segmen domestik mencapai 98,4% terhadap total pendapatan GGRM.

Kenaikan pendapatan ini didorong oleh penjualan sigaret kretek mesin (SKM) di pasar domestik yang meningkat 18,4% yoy menjadi Rp 99,77 triliun. Kemudian, penjualan sigaret kretek tangan (SKT) tumbuh 5,9% yoy menjadi Rp 7,84 triliun dan kertas karton  naik 4,2% yoy ke Rp 861,59 miliar. 

Sebaliknya, penjualan rokok klobot di pasar lokal turun 14,7% yoy menjadi Rp 27,83 miliar dan penjualan lainnya merosot 58,8% yoy ke Rp 226,45 miliar.

Di sisi lain, penjualan ekspor yang menyumbang 1,6% total pendapatan GGRM terkoreksi 32% yoy, dari Rp 2,63 triliun pada 2018 menjadi Rp 1,79 triliun. Hal ini didorong penjualan SKM GGRM di luar negeri yang turun 30,5% yoy menjadi Rp 1,59 triliun, kertas karton merosot 43,6% yoy ke Rp 179,65 miliar, dan penjualan lainnya turun 27,3% yoy menjadi Rp 16,22 miliar. 

Meskipun begitu, pada tahun 2019, GGRM berhasil mencatatkan penjualan SKT di pasar ekspor dengan nilai sebesar Rp 1,84 miliar. Padahal, pada 2018 penjualan ini bernilai nol. 

Seiring dengan kenaikan pendapatan, GGRM mencatatkan kenaikan biaya pokok penjualan sebesar 13,9% yoy menjadi Rp 87,74 triliun. Alhasil, laba bruto GGRM naik 22,2% secara tahunan, dari Rp 18,64 triliun pada 2018 menjadi Rp 22,78 triliun. 

Setelah dikurangi beban usaha, keuangan, dan lain-lain, GGRM mencatatkan laba bersih Rp 10,88 triliun pada 2019. Jumlah ini melesat 39,6% dibanding 2018 yang sebesar Rp 7,79 triliun.

Adapun aset GGRM pada 2019 meningkat 13,8% menjadi Rp 78,65 triliun. Kenaikan ini seiring dengan utang GGRM yang bertambah 15,7% yoy menjadi Rp 27,72 triliun dan ekuitas yang tumbuh 12,8% menjadi Rp 50,93 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: