Perekonomian terhampas Covid-19, Bank Mandiri revisi target pertumbuhan kredit

Kamis, 2 April 2020 | 12:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bakal merevisi target pertumbuhan kredit yang sebelumnya sebesar 8 hingga 10 persen. Revisi tersebut akan masuk ke dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) pada 2020 ini.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, perseroan akan merevisi kredit seiring dengan kondisi pertumbuhan ekonomi akibat virus corona.

“Kalau pertumbuhan kredit tentu kami akan revisi ke depan. Kami melihat kondisi saat ini,” ujarnya saat paparan di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Soal relaksasi kredit, Bank Mandiri juga akan menyelesaikan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), sehingga mampu menekan kenaikan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Menurutnya, POJK relaksasi secara keseluruhan bisa lebih fleksibel dalam melakukan restrukritisasi.

“Mudah-mudahan debitur kami yang terkena virus corona bisa tetap menjaga kolektibitas, sehingga bisa membantu tidak adanya pertumbuhan NPL,” ucapnya.

Kendati merevisi kredit, Bank Mandiri tidak ekpansif melainkan cenderung lebih selektif dalam melakukan ekspansi.

Adapun perbankan juga sudah mulai memberikan kelonggaran pembayaran kredit kepada debitur, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Bank-bank umum seperti Bank Mandiri, BNI, BRI hingga Bank Prekreditan Rakyat (BPR) tercatat sudah memberi kelonggaran pembayaran. kbc10

Bagikan artikel ini: