Terdampak Covid-19, Jatim alami deflasi 0,01 persen pada Maret 2020

Kamis, 2 April 2020 | 12:49 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Merebaknya Corona Virus atau Covid-19 telah berdampak pada lesunya laju perekonomian di Jawa Timur. Hal ini terlihat dari laju Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Jatim sepanjang Maret  2020 yang mengalami deflasi sebesar 0,01 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Jatim, Dadang Hardiwan mengatakan, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga sejumlah kelompok pengeluaran. Penurunan tertinggi terjadi pada kelompok transportasi yang mengalami deflasi sebesar sebesar 0,85 persen. Defalsi juga terjadi pada kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,41 persen.

Dijelaskannya, deflasi yang terjadi pada kelompok transportasi dipicu karena penurunan harga tiket pesawat yang cukup besar, yaitu sebesar 10,21 persen akibat sepinya penumpang karena merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia, termasuk di Jatim.

Namun untuk memastikan apakah Covid-19 ini berpengaruh cukup dalam terhadap inflasi masih perlu kajian lebih detil karena harus dilihat dari seluruh kelompok pengeluaran.

"Dampak Corona perlu kajian lebih detil. Namun pada Maret 2020 ada beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan, seperti hotel agak turun dan tiket pesawat juga turun. Sementara kelompok lain masih mengalami inflasi," ungkap Dadang di Surabaya, Rabu (1/4/2020).

Beberapa komoditas yang juga mengalami penurunan harga pada Maret 2020 antara lain cabai merah, cabai rawit, bawang putih, melon, semangka, kentang, bioskop, daging ayam ras, dan minyak goreng.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pada Maret 2020 dari sebelas kelompok pengeluaran, dua kelompok memberikan andil deflasi, empat kelompok memberikan andil inflasi dan lima kelompok tidak mengalami perubahan.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan inflasi, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharan rumah tangga sebesar 0,01 persen, kelompok penyedia makanan dan minumandan restoran sebesar 0,01 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,09 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang tidak memberikan andil atau sumbangan terhadap inflasi yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; kelompok kesehatan; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; dan kelompok pendidikan.

Adapun tingkat inflasi tahun kalender Maret 2020 sebesar 0,80 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2020 terhadap Maret 2019) sebesar 2,27 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: