Industri otomotif siap produksi ventilator untuk pasien Covid-19

Senin, 6 April 2020 | 15:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengklaim industri otomotif siap memproduksi alat bantu pernapasan atau ventilator. Alat kesehatan tersebut saat ini banyak dibutuhkan rumah sakit rujukan seiring terus bertambahnya pasien Covid-19.

"Sesuai arahan Bapak Menteri Perindustrian, kami telah meminta pelaku industri otomotif melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), agar beberapa anggotanya dapat memproduksi ventilator," kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Putu Juli Ardika dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4/2020).

Menurut Putu, sudah ada industri otomotif yang siap memenuhi permintaan pemerintah tersebut. “Kami memberikan apresiasi kepada pelaku industri yang menyambut baik terhadap upaya kemanusiaan ini. Semoga diversifikasi produk ini bisa menjadi solusi untuk mempertahankan kinerja sektor otomotif di tengah kondisi sulit sekarang,” tuturnya.

Ditambahkannya, produsen otomotif tersebut sedang menindaklanjuti kerja sama dengan industri komponen untuk melakukan reversed engineering dalam pengembangan prototipe ventilator. 

“Perusahaan itu juga telah mengidentifikasi beberapa tim di lembaga pendidikan dan penelitian yang sedang bekerja mengembangkan ventilator,” katanya.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menyatakan, sebagai upaya mendorong para anggotanya memproduksi ventilator, asosiasi meminta pemerintah menyediakan mitra yang kompeten. “Kami membutuhkan pendamping khususnya industri yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam pembuatan ventilator,” ujarnya.

Pendamping tersebut akan membantu mulai dari menjabarkan blueprint terkait teknis pembuatan ventilator, alih teknologi, sampai memodifikasi fasilitas perakitan mobil yang ada saat ini agar dapat digunakan memproduksi ventilator dan menentukan standar bahan baku kepada supplier.

“Kemudian, partner yang sudah berpengalaman itu menentukan standar bahan baku kepada pemasok, kami hanya membantu menjahitkan,” ujarnya.

Sementara itu, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) siap menunggu arahan pemerintah terkait teknis memproduksi ventilator yang dibutuhkan. Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan, asosiasi yang membawahi lima merek motor di Tanah Air ini membutuhkan gambaran detail produksi massal ventilator.kbc11

Bagikan artikel ini: