Komisi VI DPR kasih jempor kinerja Erick Thohir tangani penyebaran virus corona

Senin, 6 April 2020 | 20:07 WIB ET
Menteri BUMN Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir

SURABAYA – Anggota Komisi VI DPR RI yang membidang BUMN, Mufti Anam, mendukung berbagai langkah yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir dalam menangani penyebaran virus corona (Covid-19).

”Saya kira langkah Pak Erick Thohir perlu didukung. Sesuai arahan Presiden Jokowi, BUMN kerja cukup cepat pada tiga aspek sekaligus. Kinerja BUMN dalam menangani Covid-19 ini ke depan harus ditingkatkan sampai pandemik selesai,” ujar Mufti, Senin (6/4/2020). 

Dia menjelaskan tiga aspek tersebut. Pertama, aspek keselamatan dan kesehatan masyarakat. Kementerian BUMN dengan kementerian terkait bergerak membikin RS darurat di Wisma Atlet maupun di Pulau Galang. Erick juga mengonsolidasikan BUMN farmasi serta rumah sakit milik BUMN. 

”Total RS BUMN bisa menangani 10.000 pasien corona, tapi semoga tidak sampai sebanyak itu yang benar-benar dirawat. Kemudian obat-obatan, seperti Klorokuin dan Avigan juga siap,” ujarnya.

Mufti turut mengapresiasi langkah Kementerian BUMN mendatangkan alat penguji virus corona yang bisa melakukan hingga 1.400 tes per hari. 

”Itu akan mempercepat dan memperluas pengetesan karena kita tahu Indonesia adalah salah satu negara dengan rasio pengetesan corona yang cukup rendah. Semakin banyak tes, tentu upaya-upaya mitigasi bisa cepat dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran,” ujarnya.

Inisiatif BUMN telekomunikasi dalam memberikan kuota internet gratis agar para pelajar bisa belajar di rumah sebagai bagian dari physical distancing untuk memutus mata rantai Covid-19 juga diapresiasi Mufti.

Aspek kedua, sambung Mufti, adalah penyiapan jaring pengaman sosial masyarakat terdampak. Di antaranya kesiapan bank BUMN menyalurkan bantuan pemerintah, kesiapan PLN memastikan pelanggan 450 VA dan 900 VA menikmati gratis dan diskon listrik, Bulog sebagai pemasok bantuan sosial, dan CSR BUMN berupa paket sembako ke masyarakat.

”Jaring pengaman sosial penting karena begitu banyak pekerja informal yang pendapatan hariannya menurun drastis. Padahal sebagian mereka tidak masuk PKH maupun Bantuan Pangan Non Tunai pemerintah,” ujarnya.

”Kemarin saya juga usulkan jaring pengaman ditambahkan untuk paket nutrisi ibu hamil agar ibu dan janinnya tetap sehat meski kondisi ekonomi keluarga sedang sulit,” imbuh politisi PDI Perjuangan itu. 

Adapun aspek ketiga soal menjaga dan memulihkan ekonomi, salah satunya dengan kebijakan restrukturisasi kredit dari bank-bank BUMN. ”Restrukturisasi kredit sebagian sudah jalan, itu melegakan. Tapi saya berharap digencarkan hingga ke UMKM di kecamatan-kecamatan agar ekonomi lokal tak benar-benar mati,” ujarnya.

Pasca-pandemik, Mufti berharap BUMN langsung memacu proyek dan investasi untuk menggerakkan ekonomi. 

”Harus disiapkan sekarang. Perlu ada skenario-skenario berdasarkan permodelan tertentu. Misalnya pandemik selesai bulan sekian, maka investasi BUMN sekian rupiah sudah siap, dan seterusnya,” ujarnya. kbc3

Bagikan artikel ini: