Rapat virtual dengan Risma, Adi Sutarwijono: DPRD dukung langkah Pemkot Surabaya tangani Covid-19

Selasa, 7 April 2020 | 09:59 WIB ET
Adi Sutarwijono (istimewa)
Adi Sutarwijono (istimewa)

SURABAYA - DPRD Kota Surabaya menggelar rapat virtual dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkait penanganan wabah virus Corona (Covid-19) di Kota Pahlawan. Rapat juga diikuti pimpinan organisasi perangkat daerah Pemkot Surabaya.

Ketua DPRD Adi Sutarwijono bersama 3 wakil ketua DPRD berada di Ruang Rapat Paripurna. Sedang anggota DPRD di ruang kerja pribadi di Gedung DPRD yang baru.

"Adapun Bu Risma, Sekretaris Daerah, para Asisten dan pimpinan Pemkot lainnya, di halaman Balai Kota Surabaya. Rapat berlangsung lancar, mulai awal sampai akhir," kata Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya, usai rapat, di DPRD Kota Surabaya, Senin (6/4/2020).

Adi menjelaskan. Wali Kota Risma memaparkan, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri 20/2020, Pemkot Surabaya melakukan restrukturisasi anggaran dari APBD murni tahun 2020.

"Besarnya sementara ini Rp 196 miliar. Sebesar Rp 160 miliar untuk pemberian sembako, kebutuhan makanan, bagi keluarga MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) selama 2 bulan. Angka ini bisa bergerak dinamis, karena pemerintah pusat juga memberikan kebijakan jaring pengaman sosial," ujar Adi.

Selain soal anggaran, DPRD juga menyimak paparan Wali Kota Risma tentang kebijakan lain tentang pencegahan Covid-19. Antara lain penyemprotan disinfektan ke pemukiman penduduk, pembuatan bilik disinfektan di kantor-kantor publik, wastafel di tempat-tempat umum.

"Juga pemberian APD (alat pelindung diri) ke-14 rumah sakit di Surabaya, yang menjadi rujukan penanganan Covid-19. Tidak hanya Rumah Sakit Dr Soewandhi dan Rumah Sakit Bakti Dharma Husada yang dikelola Pemkot Surabaya," kata Adi.

Dalam rapat teleconference, DPRD Kota Surabaya memberi masukan dan pandangan kepada Wali Kota Risma dan jajaran pemkot.

"Saya dan beberapa anggota Dewan, juga menyampaikan kepada bu wali tentang keberatan masyarakat Babat Jerawat, khususnya Pondok Benowo Indah. Yang menolak rumah susun yang belum ditempati, bakal dijadikan tempat isolasi Orang Dalam Pemantauan (ODP)," kata Adi yang juga ketua PDI Perjuangan Surabaya.

Pihaknya menegaskan, suasana rapat tadi menunjukkan kepada publik, bahwa DPRD, Wali Kota Risma dan Pemkot Surabaya, saling bersinergi, saling mendukung.

"DPRD memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya yang dikerjakan dan akan dilakukan Wali Kota Bu Risma dan semua jajaran Pemkot akibat wabah Covid-19. Ini membutuhkan penanganan yang kompak, agar situasinya cepat mereda, dan kehidupan kembali normal," lanjut Adi.

Adi mengatakan, repat teleconference memperlihatkan DPRD Kota Surabaya tetap bekerja, dalam situasi sulit sekalipun. Setelah ini, Komisi-Komisi di DPRD bisa menggelar rapat dengan dinas-dinas atau badan di Pemkot Surabaya, terkait penanganan dan pencegahan Covid-19.

"Untuk mendalami materi-materi yang tadi dipaparkan Bu Risma, maka setelah ini komisi-komisi bisa menggelar rapat dengan Pemkot, sesuai dengan tupoksinya," tandas Adi. kbc2

Bagikan artikel ini: