Korban PHK hingga ojol dapat jatah Kartu Prakerja, nilainya Rp3,5 juta

Rabu, 8 April 2020 | 21:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan bakal meluncurkan program Kartu Prakerja bagi masyarakat terdampak virus corona (Covid-19) seperti Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pada Kamis (9/4/2020).

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani mengatakan, program Kartu Prakerja tersebut telah dimodifikasi untuk menghadapi dampak Covid-19 dimana porsi anggarannya pun dinaikkan menjadi Rp20 triliun. Nantinya kartu tersebut bukan hanya dapat digunakan oleh masyarakat korban PHK, namun pekerja sektor informal seperti driver ojek online (ojol).

"Skemanya diubah, pemerintah betul-betul menangani Covid untuk mereka mengalami PHK dan sektor informal yang kesulitan oleh dampak Covid, maka akan ada 5,6 juta peserta yang dibantu oleh program Kartu Prakerja," ujar Askolani di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Askolani merinci, bantuan yang akan diterima penerima manfaat senilai Rp3,55 juta yang terdiri dari biaya pelatihan Rp1 juta, insentif sebesar Rp600.000 selama 4 bulan atau setara Rp2,4 juta dan survei Rp50.000 sebanyak tiga kali atau setara Rp150.000.

"Penerima manfaat adalah pencari kerja yaitu pekerja informal dan formal pelaku usaha yang terdampak Covid minimal usia 18 tahun," tambahnya.

Askolani menambahkan, Kartu Prakerja akan dirilis oleh jajaran Project Management Office (PMO) dan Menko Perekonomian. "Rencananya sih Kamis di-launching dirilis PMO dan Menko Perekonomian," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: